Ushul As-Sadidah Karya Dr. Kholili Hasib (1): Mengenal Kesempurnaan Allah SWT
Oleh: Khanza Chaerunnisa (Santri SMP At-Taqwa Depok, 14 Tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Pandaan, 19 Oktober 2026 — Hari pertama kegiatan belajar santri At-Taqwa Angkatan 10 dalam Rihlah Ilmiah diisi dengan mempelajari dua kitab. Salah satunya adalah Ushul As-Sadidah fi Al-Madkhali ila Al-`Aqidah Al-Islamiyah karya Ustadz Dr. Kholili Hasib.
Sebelum pelajaran dimulai, kami terlebih dahulu membaca doa bersama. Setelah itu, kitab dibaca secara bergantian, paragraf demi paragraf, sambil mempelajari artinya. Dalam pengantarnya, Ustadz Kholili menjelaskan bahwa kitab tersebut terdiri atas 17 pasal. Namun, pada pertemuan kali ini, kami langsung mempelajari pasal kesembilan tanpa membahas delapan pasal sebelumnya.
Pada pasal tersebut, pembahasan berfokus pada kesempurnaan sifat-sifat Allah SWT. Kami mempelajari bahwa Allah tidak sama dengan makhluk-Nya dan tidak memiliki kekurangan sebagaimana yang terdapat pada makhluk. Selain itu, Allah tidak membutuhkan tempat dan waktu. Hal ini berbeda dengan manusia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan berbagai hal untuk menjalani kehidupannya.
Sebagai makhluk, manusia membutuhkan makanan, tempat tinggal, dan berbagai keperluan lainnya. Sebaliknya, Allah Maha Kaya dan tidak bergantung kepada siapa pun maupun apa pun. Dari pembahasan ini, kami belajar memahami perbedaan antara Sang Pencipta dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah memiliki kesempurnaan yang tidak dapat disamakan dengan keadaan makhluk.
Setelah mempelajari materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Ustadz Kholili. Beberapa santri mengajukan pertanyaan seputar pembahasan yang telah dipelajari. Melalui tanya jawab tersebut, kami dapat memperjelas hal-hal yang belum dipahami sekaligus memperdalam pengetahuan tentang akidah Islam.
Dari pelajaran hari itu, kami diingatkan kembali bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan Allah. Pemahaman tentang kesempurnaan Allah bukan hanya menambah pengetahuan tentang akidah, tetapi juga mengingatkan kami akan kedudukan sebagai hamba yang bergantung kepada-Nya.
Sebelum pelajaran dimulai, kami terlebih dahulu membaca doa bersama. Setelah itu, kitab dibaca secara bergantian, paragraf demi paragraf, sambil mempelajari artinya. Dalam pengantarnya, Ustadz Kholili menjelaskan bahwa kitab tersebut terdiri atas 17 pasal. Namun, pada pertemuan kali ini, kami langsung mempelajari pasal kesembilan tanpa membahas delapan pasal sebelumnya.
Pada pasal tersebut, pembahasan berfokus pada kesempurnaan sifat-sifat Allah SWT. Kami mempelajari bahwa Allah tidak sama dengan makhluk-Nya dan tidak memiliki kekurangan sebagaimana yang terdapat pada makhluk. Selain itu, Allah tidak membutuhkan tempat dan waktu. Hal ini berbeda dengan manusia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan berbagai hal untuk menjalani kehidupannya.
Sebagai makhluk, manusia membutuhkan makanan, tempat tinggal, dan berbagai keperluan lainnya. Sebaliknya, Allah Maha Kaya dan tidak bergantung kepada siapa pun maupun apa pun. Dari pembahasan ini, kami belajar memahami perbedaan antara Sang Pencipta dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah memiliki kesempurnaan yang tidak dapat disamakan dengan keadaan makhluk.
Setelah mempelajari materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Ustadz Kholili. Beberapa santri mengajukan pertanyaan seputar pembahasan yang telah dipelajari. Melalui tanya jawab tersebut, kami dapat memperjelas hal-hal yang belum dipahami sekaligus memperdalam pengetahuan tentang akidah Islam.
Dari pelajaran hari itu, kami diingatkan kembali bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan Allah. Pemahaman tentang kesempurnaan Allah bukan hanya menambah pengetahuan tentang akidah, tetapi juga mengingatkan kami akan kedudukan sebagai hamba yang bergantung kepada-Nya.