Ujian Kenaikan Tingkat Syufu Taesyukhan di Ponpes At-Taqwa Depok
Oleh: Faiq Abdul Hafizh dan Kayla Danish Hanania
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Pondok Pesantren At-Taqwa Depok menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Syufu Taesyukhan bagi santri tingkat PRISTAC 2 dan ATCO 2 selama dua hari, terhitung sejak Jumat-Sabtu (30-31 Januari 2026). Kegiatan ini diikuti oleh para santri internal serta tiga peserta dari Pandeglang.
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat pagi dengan ujian jalan jauh sejauh 20 kilometer yang diperuntukkan bagi peserta ATCO 2 (Tingkat II/Tawgi). Ujian ini menjadi satu hal penting dalam menilai kesiapan fisik dan mental peserta. Selanjutnya, kegiatan resmi UKT dibuka pada pukul 13.30 WIB melalui acara pembukaan.
Dalam sambutannya, Ketua Zho Lanah Syufu Taesyukhan, Suheng Iman Setia Permana, menegaskan makna mendasar dari ujian ini. Ia menyampaikan bahwa “kehidupan adalah perjalanan, bukan pelarian.” Menurutnya, UKT tidak sekadar menjadi ajang kenaikan tingkat, tetapi juga sarana dalam pembentukan karakter dan mental santri.
Suheng Iman menjelaskan bahwa tujuan utama ujian ini adalah melatih dan mengimbangi. Latihan jalan jauh dimaksudkan untuk menguji serta menguatkan fisik dan mental, khususnya bagi tamid rijal (santri laki-laki). Ia menekankan bahwa seorang pendekar muslim perlu memiliki ketangguhan fisik layaknya pasukan infantri, sebab mental baja akan sangat dibutuhkan dalam menghadapi perjalanan hidup ke depan.
Adapun maksud dari mengimbangi adalah agar seorang muslim tidak kalah dari pihak lain, termasuk jika menengok tradisi jalan jauh yang dikenal kuat di kalangan kaum Shorim (Sholin). Oleh karena itu, kemampuan tersebut harus pula dimiliki oleh seorang muslim sebagai bentuk kesiapan diri dan harga diri perjuangan.
Acara pembukaan UKT turut dihadiri dan diisi sambutan oleh Ustadz Ahda Abid Al Ghifari selaku perwakilan pimpinan pondok. Beliau memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan serius.
Sementara itu, Khaidam Ilma selaku penguji banat menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan ujian. Ia mengungkapkan rasa antusias dan kebanggaannya melihat latihan para peserta yang dinilai runut, rapi, serta memiliki gerakan dan kekompakan yang baik. Selain itu, ia berharap agar para peserta ujian ini nantinya dapat menjadi penerus dan pelatih. Taku lupa juga berpesan agar tetap semangat dan konsisten dalam berlatih, agar ilmu yang telah diberikan tidak sia-sia dan dapat memberi manfaat bagi umat.