Serius Tingkatkan Kualitas Pemikiran, Santri Setingkat SMA Giatkan Semangat Literasi dengan Pelajaran Book Discuss

Oleh: Jilan Salma (Santriwati PRISTAC - Setingkat SMA - Pesantren At-Taqwa Depok, 15 tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
...

Sebagai sebuah pesantren, Pesantren at-Taqwa Depok memiliki keunikan, yaitu aktif dalam menghidupkan budaya literasi. Salah satu pelajaran yang mendukung melekatnya budaya literasi kepada santri adalah diadakannya pelajaran yang terkait hal tersebut, yaitu Book Discuss.

Mata pelajaran book discuss sudah diadakan dari jenjang Shoul-Lin hingga PRISTAC. Pada tingkat PRISTAC (setingkat SMA) pelajaran ini diampu oleh Ustadz Ahda Abid Al-Ghiffari, guru sejarah Pesantren At-Taqwa Depok. Pada hari Selasa, 30 Januari 2024 para santri PRISTAC tingkat dua telah menyelesaikan kelas book discuss mereka dengan diakhiri presentasi terakhir yang dilaksanakan oleh lima orang santri ikhwan. Kemudian ditutup dengan foto bersama Ustadz Ahda dengan para santri memegang buku yang telah mereka tulis-ulas dan sajikan.

Di PRISTAC, pelajaran Book Discuss dilaksanakan sejak tingkat pertama, pada semester satu. Dari semester satu sampai tiga, terdapat sebuah buku yang dikaji pada masing-masing semesternya. Buku-buku tersebut seperti Janji-janji Islam karya Roger Garaudy, Bunga Rampai Sejarah Perjuangan Umat Islam di Indonesia karya Ahda Abid al-Ghiffari, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu karya Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Pesan Perjuangan Seorang Bapak yang merupakan hasil wawancara para cendekiawan Muslim dengan Mohammad Natsir.

Pada tahun ini, pelajaran Book Discuss telah mencapai tahun keenamnya. Pada tahun ini sejumlah 40 buku pada semester keempat dan kelima telah dikaji-ulas bersama-sama. Pada semester empat dan lima inilah para santri mulai mengulas bukunya masing-masing: satu santri satu buku. Biasanya mereka memilih sendiri bukunya atau Ustadz Ahda memilihkan buku dari perpustakaan pribadinya untuk diulas para santri.

Dalam pelajaran tersebut setiap santri diminta menulis artikel resensi buku yang dipilih masing-masing secara bergilir. Para santri akan diberikan waktu selama seminggu untuk menyelesaikan tugas mereka. Jika sudah menyelesaikan artikel resensi buku, santri juga akan membuat power point tentang resensi buku yang mereka tulis untuk disajikan di depan kelas.

Maka bisa dilihat bahwa dalam mata pelajaran book discuss santri tidak hanya dilatih agar dapat menulis dengan baik dan benar, tapi juga untuk membiasakan mereka dalam membaca buku dan berbicara di hadapan umum. Hal tersebut akan menjadi bekal bagi para santri ketika berada di jenjang PRISTAC dalam membuat makalah dan jenjang ATCO yang akan menulis skripsi untuk ujian kelulusan mereka.

Sudah banyak buku yang sudah dikaji oleh para santri seperti buku Wajah Peradaban Barat karya Dr. Adian Husaini, Memahami Islam Jawa karya Prof. Dr. Bambang Pranowo, Perlukah Menulis Ulang Sejarah Islam? karya Muhammad Quthb, sampai buku yang membahas tentang biografi tokoh seperti Takdir Diponegoro karya Peter Carey, autobiografi Kenang-Kenangan Hidup karya Hamka, dan masih banyak lagi.

Selesainya pembelajaran ini meninggalkan kesan tersendiri bagi para santri. Banyak kesan yang didapat oleh para santri PRISTAC setelah menyelesaikan book discuss yang telah dilaksanakan selama dua semester itu.

“Kesan yang saya dapat dari pelajaran Book Discuss ini adalah saya bisa menembus keterbatasan diri saya dalam hal berbicara di depan umum, dan membuat saya tidak perlu takut untuk salah karena ada guru yang memberikan pesan dan kritik sehingga membuat saya bisa belajar lebih banyak bagaimana cara mempresentasikan suatu buku dengan baik dan benar,” ujar salah satu santri PRISTAC setelah selesai kelas book discuss.

Santri lainnya pun tidak kalah, mereka menunjukan bahwa mereka merasa bahwa pelajaran tersebut sangatlah membantunya dalam pengembangan diri dan pemikirannya. Salah satu di antaranya mengatakan, “saya tidak hanya membaca buku, tapi juga meresensikannya dalam bentuk artikel dan mempresentasikannya di hadapan teman-teman, hal ini melatih diri saya dalam membuat sebuah tulisan serta kepercayaan diri untuk menampilkan hasil dari resensi serta pemahaman yang saya dapat dari buku tersebut.”

“Di mapel ini saya banyak belajar tentang bagaimana cara meresensi buku yang benar. Kemampuan menulis dan presentasi saya meningkat di sini. Yang awalnya hanya menulis tentang ringkasan atau isi buku, menjadi mulai berani menambahkan opini pribadi,” ucap seorang santri PRISTAC lainnya yang merasa mengalami peningkatan dalam pengalaman berfikir dan menulisnya. (Editor: Shofi)

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086