Sambut Santri Baru, Dr. Adian Husaini: Pesantren Kunci Melahirkan Generasi Terbaik

Oleh: Afkarmalik Hasan (Santri 2 SMA At-Taqwa Depok, 17 Tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

Pondok Pesantren At-Taqwa Depok menggelar acara kedatangan santri baru pada Ahad, 19 Juli 2026. Mengusung tajuk “Masa Indah Ta`aruf Santri At-Taqwa“ (MITSAQ), Pesantren At-Taqwa menyambut kedatangan 31 santri baru yang akan memulai perjalanan menuntut ilmu. Mereka terdiri atas 26 santri jenjang Wustha dan 5 santri jenjang Ulya yang siap mengawali proses pembinaan, pembelajaran, dan penanaman adab di lingkungan pesantren.

Perasaan bahagia bercampur haru menyelimuti para wali santri yang mengantarkan putra-putrinya ke pesantren. Di antara mereka ialah Bapak Iqbal dan Ibu Diah. Dengan mata yang menyiratkan rasa berat, keduanya mengaku tidak mudah melepas putri mereka, Tsalitsa, untuk memulai kehidupan sebagai santri. Meski demikian, di balik rasa khawatir itu tersimpan harapan besar agar Tsalitsa tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, serta memperoleh bekal ilmu dan adab yang akan menuntunnya sepanjang kehidupan.

Acara pun dibuka dengan sambutan dari pimpinan Pondok Pesantren At-Taqwa, Dr. Adian Husaini. Ia menegaskan, pendidikan di Pesantren At-Taqwa tidak hanya untuk santri, tetapi juga untuk guru. Hal tersebut dikarenakan, praktik mengajar merupakan perjuangan yang harus dilalui dengan kesungguhan dan kesabaran.

Pendiri Yayasan Pendidikan Islam At-Taqwa tersebut mengutip kitab klasik Ta`lim Muta`lim, bahwa keberhasilan pendidikan ada pada tiga pihak, yakni murid, orang tua, dan guru. “Ketiganya harus punya niat yang sama, tujuan yang sama, dan semangat yang sama,” tuturnya. Dirinya juga menjelaskan bahwa Pesantren At-Taqwa berikhtiar menghidupkan kembali sistem pendidikan Islam yang telah dicontohkan dan diterapkan sejak masa Rasulullah

Bagi Dr. Adian, cara menyiapkan generasi terbaik pada hakikatnya tidak pernah berubah. Generasi unggul hanya dapat dibentuk melalui proses pendidikan yang melahirkan manusia terbaik, yakni manusia bertakwa yang menempatkan kecintaan tertingginya hanya kepada Allah SWT. Yang berubah hanyalah sarana dan prasarana pendidikan, sedangkan hakikat manusia beserta fitrahnya tetap sama.

Perkembangan sarana dan prasarana pendidikan, terutama kemajuan teknologi digital, menjadi salah satu tantangan besar bagi dunia pendidikan saat ini. Kehadiran Akal Imitasi (AI), meskipun menawarkan berbagai kemudahan, juga membawa konsekuensi yang perlu diwaspadai. 

Ketergantungan yang berlebihan terhadap AI berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis pelajar. Jika kecenderungan ini terus dibiarkan, fenomena brain rot atau pembusukan daya pikir dikhawatirkan akan semakin meluas di kalangan pelajar ataupun generasi muda secara umum.

Maka, hal tersebut jadi alasan mengapa pelajaran menulis diwajibkan di Pesantren At-Taqwa. Dr. Adian menekankan, bahwa masa SMA merupakan fase penting bagi seorang pelajar untuk memperkuat akidah serta membangun kerangka berpikir yang benar.Salah satu cara untuk menuangkan pemikiran dengan baik adalah melalui tulisan. Itulah mengapa, menulis merupakan ilmu fardhu `ain.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Mudir Pesantren At-Taqwa, Dr. Muhammad Ardiansyah. Baginya, tantangan pesantren pada masa kini tidak hanya bersumber dari kemajuan teknologi, tetapi juga dari stigma negatif yang masih mengiringi keberadaan pondok pesantren. Padahal, keduanya sama-sama menuntut respons yang bijak tanpa mengorbankan jati diri pesantren.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Pesantren At-Taqwa harus mampu membuktikan bahwa pesantren merupakan konsep pendidikan yang ideal. Hal tersebut dimungkinkan karena proses pendidikan di pesantren berlangsung sepanjang waktu, tidak terbatas pada ruang kelas atau jam pelajaran. Setiap aktivitas menjadi bagian dari pembentukan adab, akhlak, dan kepribadian santri. Inilah keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086