[Catatan Rihlah Ilmiah & Sejarah #4] Ketibaan dan Sambutan Hangat dari Madrasah Assunnah Pandaan
Oleh: Leticia Latifa Ziraili (Santri SMP At-Taqwa Depok, 14 Tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Pandaan, 18 Oktober 2026 — Santri At-Taqwa Depok Angkatan 10 tiba di Madrasah Assunnah Pandaan dan disambut hangat oleh para guru yang akan mendampingi kami selama kegiatan Rihlah Ilmiah. Salah satu guru yang menyambut kedatangan kami adalah Ustadz Dr. Kholili Hasib.
Dalam sambutannya, Ustadz Kholili menjelaskan bahwa Rihlah Ilmiah telah menjadi tradisi para ulama terdahulu. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk menuntut ilmu dan memperluas pengetahuan.
Karena itu, Rihlah Ilmiah menjadi agenda tahunan Pesantren At-Taqwa Depok. Namun, ada hal berbeda dalam pelaksanaan tahun ini. Santri Angkatan 10 mendapat penekanan khusus untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris.
Hal ini menjadi salah satu perhatian Ustadz Dr. Adian Husaini dan Ustadz Dr. Muhammad Ardiansyah. Jika pada angkatan sebelumnya kemampuan berbahasa belum menjadi penekanan khusus selama rihlah, tahun ini Angkatan 10 mulai menjalani pengalaman tersebut. Dengan kata lain, kami menjadi angkatan pertama yang mencoba pola baru ini.
Sambutan hangat itu berlanjut pada malam hari. Kami kembali disambut dengan iringan rebana, kemudian mengikuti pembukaan kegiatan yang disampaikan oleh Ustadz Kholili.
Dalam nasihatnya, beliau mengingatkan tentang dua kenikmatan yang sering dilalaikan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Kesehatan kerap dianggap biasa sampai seseorang kehilangan nikmat tersebut. Barulah ia menyadari betapa berharganya kesehatan yang selama ini dimiliki.
Begitu pula dengan waktu luang. Tidak sedikit orang yang menyia-nyiakannya, hingga akhirnya hanya menyisakan penyesalan ketika kesempatan itu telah berlalu. Karena itu, Ustadz Kholili menekankan bahwa seorang santri hendaknya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menuntut ilmu dan melakukan berbagai amalan yang mendatangkan pahala.
Nasihat ini menjadi pengingat bagi kami bahwa Rihlah Ilmiah bukan sekadar perjalanan ke tempat baru. Ada ilmu yang perlu dicari, kemampuan yang perlu diasah, dan waktu yang harus dimanfaatkan. Jangan sampai kesempatan yang telah diberikan justru berlalu tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam diri kami.
Dalam sambutannya, Ustadz Kholili menjelaskan bahwa Rihlah Ilmiah telah menjadi tradisi para ulama terdahulu. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk menuntut ilmu dan memperluas pengetahuan.
Karena itu, Rihlah Ilmiah menjadi agenda tahunan Pesantren At-Taqwa Depok. Namun, ada hal berbeda dalam pelaksanaan tahun ini. Santri Angkatan 10 mendapat penekanan khusus untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris.
Hal ini menjadi salah satu perhatian Ustadz Dr. Adian Husaini dan Ustadz Dr. Muhammad Ardiansyah. Jika pada angkatan sebelumnya kemampuan berbahasa belum menjadi penekanan khusus selama rihlah, tahun ini Angkatan 10 mulai menjalani pengalaman tersebut. Dengan kata lain, kami menjadi angkatan pertama yang mencoba pola baru ini.
Sambutan hangat itu berlanjut pada malam hari. Kami kembali disambut dengan iringan rebana, kemudian mengikuti pembukaan kegiatan yang disampaikan oleh Ustadz Kholili.
Dalam nasihatnya, beliau mengingatkan tentang dua kenikmatan yang sering dilalaikan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Kesehatan kerap dianggap biasa sampai seseorang kehilangan nikmat tersebut. Barulah ia menyadari betapa berharganya kesehatan yang selama ini dimiliki.
Begitu pula dengan waktu luang. Tidak sedikit orang yang menyia-nyiakannya, hingga akhirnya hanya menyisakan penyesalan ketika kesempatan itu telah berlalu. Karena itu, Ustadz Kholili menekankan bahwa seorang santri hendaknya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menuntut ilmu dan melakukan berbagai amalan yang mendatangkan pahala.
Nasihat ini menjadi pengingat bagi kami bahwa Rihlah Ilmiah bukan sekadar perjalanan ke tempat baru. Ada ilmu yang perlu dicari, kemampuan yang perlu diasah, dan waktu yang harus dimanfaatkan. Jangan sampai kesempatan yang telah diberikan justru berlalu tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam diri kami.