Berjuang Melawan Ujian Pemikiran demi Selamatkan Iman

Oleh: Faza Zaki (Santri PRISTAC – Pesantren At-Taqwa Depok, 15 tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
...

Manusia, merupakan makhluk dengan bentuk terbaik yang Allah ciptakan (QS At-Tin: 4). Tapi, manusia yang berIslam dan beriman, menjadi makhluk terbaik bukan sekadar karena bentuk, tapi karena ia berhasil lulus dari segala ujian yang Allah berikan (QS. Al-‘Ankabut: 2).

Maka perlu dipahami bahwa manusia akan selalu mendapatkan ujian dari Allah, dari tahun ke tahun, zaman ke zaman, generasi ke generasi. Para Nabi dan Rasul pun tetap mendapatkan ujian dari Allah, bahkan paling berat di antara manusia lainnya.

Dengan adanya ujian dari Allah, entah nikmat maupun musibah, dapat membuat derajat manusia naik di sisi Allah. Tentu harus dihadapi dengan sabar dan ikhlas. Oleh karena itu ujian yang Allah berikan kepada hambanya bukan sekedar ujian biasa, tapi selalu terdapat hikmah dibaliknya.

Zaman terus berganti, ujian atau tantangan yang dihadapkan mukmin otomatis juga berbeda-beda. Pada masa keruntuhan Andalusia oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, orang-orang Islam di sana, yang awalnya menguasai wilayah itu, Allah uji dengan ujian keimanan yang berat.

Mereka diberi tiga pilihan oleh pemerintah Kristen: murtad (dengan pengawasan yang ketat), pergi dari Andalusia, atau mati. Dari ujian keimanan semacam inilah akan terlihat orang yang benar-benar yakin dengan Islam dan teguh keimanannya.

Kini, ujian keimanan yang dihadapi oleh umat Islam, khususnya di Indonesia, jauh lebih berat karena tidak tampak bentuk fisiknya. Ujian itu berupa kekacauan ilmu (confusion of knowledge) yang merusak pemikiran dan pandangan alam (worldview) umat Islam.

Contohnya seperti ujian sekularisme dan materialisme meracuni banyak orang, termasuk para penuntut ilmu sehingga mereka begitu memuja dunia dan terbuai olehnya, tapi melupakan akhirat dan tujuan utamanya hidup di dunia sebagai hamba Allah.

Apalagi jika pemikiran sekularisme itu sudah mulai masuk ke berbagai lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi Islam. Bisa-bisa, kampus begitu sibuk menjadi lembaga bisnis dan lupa menjalankan fungsi utamanya, yakni melahirkan manusia-manusia beradab, baik, bermanfaat, dan yang mempunyai ruh perjuangan.

Setiap manusia pasti akan mendapat ujian dari Allah. Ujian yang Allah berikan kepada hambanya pun bertujuan untuk melihat mana hambaNya yang sejati dan tidak, mana yang Islam dan imannya teguh mana yang tidak.

Bagi yang masih kesulitan menghadapinya, atau justru terbuai dengan gemerlap dunia dan segala materinya, harus buru-buru disadarkan dan diingatkan. Sebab pada akhirnya ujian tersebut akan berdampak baik bagi kita semua selaku hamba Allah, di dunia maupun akhirat apabila kita jalani dengan penuh kesabaran. (Editor: Fatih)



(Tulisan ini merupakan rangkuman kajian bersama Pembina Pesantren At-Taqwa Depok, Dr. Adian Husaini pada Kamis malam, 23 Mei 2024).

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086