5 Adab Penting Santri

Oleh: Adhwa Aulia Estetika Putri, (Santri 1 SMA At-Taqwa Depok, 15 tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

Ketua Yayasan At-Taqwa Depok, Dr. Suidat, dalam kegiatan Studium General (16/7/26), membawakan materi berjudul“Menata Kembali Nilai Keadaan Sebagai Identitas Diri Sendiri. Lewat materi ini, Ustadz Suidat fokus kepada adab-adab yang perlu diamalkan oleh setiap santri.

Ustadz Suidat memulai kegiatan ini dengan menegaskan bahwa adab adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan bagi setiap orang, khususnya seorang santri. Sejatinya seseorang akan dinilai bukan hanya dilihat dari seberapa banyak ilmu yang dimilikinya, melainkan melalui adab yang diamalkannya. 

Menurutnya, ada lima adab penting yang mesti diamalkan oleh setiap santri: Pertama, adab dalam beribadah. Adab ini penting karena berkaitan langsung dengan sikap kita di hadapan Allah. Seminimalkan mungkin, dalam beribadah, kita memenuhi rukun dan syaratnya, juga serius. Selain untuk menggugurkan kewajiban, tapi juga melatih diri untuk menjadikannya sebagai kebutuhan. 

Kedua, adab dalam berbicara dan berinteraksi. Nabi Muhammad jelas memerintahkan bicara yang baik atau diam. Santri pun memahami bahwa lisan dapat menembus aspek penting manusia, yakni hati. Maka menjaga lisan menjadi penting untuk diamalkan. Dalam lingkungan 24 jam bersama teman inilah santri semakin dilatih untuk menjaga adab berbicara. 

Ketiga, adab dalam belajar. Ia tentu meliputi niat belajar yang benar juga ketika sedang belajar di kelas. Yang lebih penting lagi tentu bersikap yang baik kepada guru. Adab ini menentukan karena di sinilah berkah ilmu bisa didapat. Keberkahan itulah yang membuat ilmu menjadi bermanfaat. Kalau ilmunya bermanfaat, sebagaimana sabda Nabi, santri bisa menjadi “sebaik-baik manusia”. 

Keempat, adab terhadap lingkungan. Kebersihan dalam Islam, penekanannya sangat tinggi. Sebab dorongan manusia Islam untuk bersih bukan hanya masyarakat atau negara, tapi juga iman. Lewat menjaga kebersihan lingkungan ini juga santri dapat turut membantu dalam menampilkan salah satu syiar Islam, sekaligus memperbaiki citra Islam di tengah masyarakat. 

Kelima, adab kepada diri sendiri. Adab kepada diri sendiri tentu meliputi zahir dan batin. Aspek zahir, jelas menjaga kebersihan, kesehatan, dan kebugaran fisik melalui “olah-raga” dan makanan-makanan yang sehat. Tapi batin pun juga perlu dijaga. Yakni dengan menjaga kebersihan dan kesehatan hati melalui “olah-jiwa” (tazkiyatun nafs) dan makanan-makanan jiwa yang baik berupa ilmu dan hikmah.

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086