Tiga Tahun At-Taqwa College Depok; Perjuangan Menerapkan Konsep Universitas Ideal

Penulis : Dr. Adian Husaini (Direktur At-Taqwa College Depok)


Setelah menjalani proses persiapan selama berbulan-bulan, maka pada 17 Agustus 2019 lalu, Pesantren Tinggi At-Taqwa atau At-Taqwa College Depok (ATCO) memulai perkuliahan dengan 11 mahasiswa.  ATCO Depok menetapkan LIMA standar kompetensi lulusan: (1) Adab/akhlak mulia (2) Pemikiran Islam (3) Bahasa Inggris dan Arab (4) Komunikasi lisan dan tulisan (5) Teknologi Informasi.
 
ATCO telah merumuskan dan berjuang menerapkan konsep "Universitas Ideal" dalam Islam. Yakni, suatu program  yang bertujuan membentuk manusia integral, manusia yang utuh, (al-insan al-kulliy atau "a universal man", yakni manusia beradab (insan adabi/man of adab).
 
Tujuan ATCO sesuai dengan amanah UUD 1945 pasal 31 ayat 3, yang menyatakan: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta akhlak mulia, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”
 
Selama setahun, para mahasiswa ATCO telah mengikuti mata kuliah, antara lain: 
(1). Islamic Worldview (Dr. Adian Husaini), (2) Konsep Pendidikan Islam (Dr. Adian Husaini),  (3) Konsep Ilmu Imam al-Ghazali (Dr. Muhammad Ardiansyah), (4) Pengantar Filsafat Barat (Khairul Rijal MA), (5) Bahasa Arab (Dr. Muhammad Ardiansyah), (6) Ibadah dan al-Quran (Haris Susmana), (7) Islam dan Pancasila (8) Kristologi (9) Pengantar Filsafat Islam (Adnin Armas), (8) Sejarah Peradaban Islam (Dr. Alwi Alatas), (9) Sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia (Dr. Tiar Anwar Bachtiar), (10) Sejarah dan Pemikiran Wali Songo (Dr. Muhammad Isa Anshari), (11) Filsafat Yunani (Dr. Syamsuddin Arif),  (12) Hadits dan Orientalisme (Dr. Zahrul Fata), (13) Peradaban Barat dan Pengaruhnya terhadap Pemikiran dan Pendidikan Islam (Dr. Adian Husaini), (14) Membaca Buku Islam and Secularism (Dr. Nirwan Syafrin), (15) Membaca Kitab Ihya Ulumiddin bab Ilmu (Dr. Nirwan Syafrin), dan lain-lain.
 
Para mahasiswa ATCO wajib mondok dan wajib pula menjalani proses pendidikan adab serta ibadah harian, yang menvakup pelaksanaan shalat jamaah, baca al-Quran, beberapa doa dan dzikir, serta shalat dan puasa sunnah. 
 
Angkatan pertama ATCO ini telah lulus dan diwisuda pada Juli 2021.  Dari 10 mahasantri/mahasiswa yang lulus, delapan orang kemudian melanjutkan kuliah ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, kampus yang bernaung di bawah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII). Mereka dinyatakan lulus, setelah menjalani proses Ujian Skripsi. Tujuh orang alumni ATCO angkatan pertama ini juga telah menjadi guru di Pesantren at-Taqwa Depok.
 
Beberapa mahasiswa ATCO telah memiliki prestasi intelektual yang patut disyukuri. Misalnya,   pada Agustus 2020, mahasiswa ATCO bernama Azzam Habibullah meluncurkan buku keempatnya dengan judul: “Hikmah Sejarah untuk Indonesia Berkah”.  Tahun 2020,  Fatih Madini melancarkan bukunya yang kedua berjudul: “Reformasi Pemikiran Pendidikan Kita”. Mahasiswa ATCO lainnya, Faris Ranadi, meluncurkan buku berjudul: “Pemikiran Islam dan Tantangan Globalisasi”. 
 
Pada tahun 2018, Fatih Madini, meluncurkan buku berjudul “Mewujudkan Insan dan Peradaban Mulia”, pada umur 16 tahun (https://attaqwa.id/2020/05/01/baru-16-tahun-santri-pristac-luncurkan-buku/). Fatih Madini juga telah memberikan berbagai ceramah di berbagai sekolah, kampus, dan pesantren. (https://attaqwa.id/2020/05/04/mahasiswa-at-taqwa-college-ceramah-di-depan-mahasiswa-baru-uniska-banjarmasin/). 
 
Tahun 2022, sebagai mahasiswa STID Mohammad Natsir, Fatih Madini menerbitkan buku ketiganya dengan judul: “Budaya Ilmu: Solusi Atasi Krisis Multidimensi Umat Islam”.
 
Sebelum meluncurkan keempatnya yang berjudul: Hikmah Sejarah untuk Indonesia Berkah, Azzam  Habibullah telah memberikan presentasi paper di USA, Swedia, dan Turki. (Sosok dan sejumlah tulisan Azzam bisa dibaca di: https://azzamhabibullah.net/aboutme/). Tahun 2022, belum setahun kuliah di STID Mohammad Natsir, Azzam menerbitkan buku kelimanya yang berjudul: Kritik terhadap Konsep Netralitas Ilmu (2022).
 
Faris Ranadi, telah menulis satu buku berjudul: Pemikiran Islam dan Tantangannya di Era Globalisasi dan sebuah novel berjudul Rosemary. Faris juga menulis sejumlah artikel dan mempresentasikan artikelnya di berbagai tempat. (https://attaqwa.id/2020/05/04/mahasiswa-at-taqwa-college-terbitkan-novel/)
 
*****
 
Angkatan kedua mahasiswa ATCO berjumlah 15 orang. Mereka telah menjalani kuliah-kuliah, antara lain: (1) Islamic Worldview (2) Konsep Adab Ilmu dalam Islam  (3) Bahasa Arab   (4) Bahasa Inggris  (5) Aqidah Ahlus Sunnah wal-Jamaah (6) Islam dan Pancasila  (7) Teknik Penulisan Ilmiah  (8) Tafsir dan Hermeneutika (9) Hadits dan Orientalisme  (10) al-Quran dan Adab-adabnya (11) Fiqhud Dakwah  (12) Siroh Nabawiyah  (13) Teknologi Informasi, (14) Pendidikan Islam (15) Sejarah Peradaban Islam (16) Sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia (17) Pemikiran KH Hasyim Asy’ari, Hamka, Mohammad Natsir (18) Sejarah dan Pemikiran Ulama-ulama Nusantara (19) Peradaban Barat dan Pengaruhnya, (10) Sejarah Sains Islam, dan sebagainya. 
 
Dosen-dosen yang mengajar antara lain: Dr. Adian Husaini, Dr. Syamsuddin Arif, Dr. Nirwan Syafrin, Dr. Muhammad Ardiansyah, Dr. Suidat, Dr. Ir. Budi Handrianto, Dr. Rahmatul Husni, Dr. Ir. Munawar, Dr. Zahrul Fata, Dr.  Tiar A. Bahtiar, Dr. Alwi Alatas, Dr. Ustadz Haris Susmana, dan beberapa dosen lainnya. 
 
Para mahasiswa ATCO – yang jenjang mereka setaraf dengan kelas 2 dan 3 SMA – terutama digembleng dengan adab dan ibadah harian, pemikiran Islam, dan kemampuan menulis. Penekanan pada tiga hal itu sangat penting untuk menyiapkan mereka agar memiliki iman yang kuat dan pondasi akhlak mulia yang kokoh. 
 
Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki worldview Islam serta bekal pemikiran Islam yang memadai untuk menghadapi tantangan pemikiran di dunia perguruan tinggi formal. Karena itulah, mereka sudah dididik sebagai orang dewasa, dengan pendidikan yang mengarahkan pada sikap kemandirian berpikir, bersikap, bertindak, serta siap bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
 
Sekitar enam bulan menjelang kelulusannya, mereka mulai dibimbing untuk menulis skripsi dan berkonsultasi untuk melanjutkan perkuliahan atau aktivitas lainnya. Bimbingan kuliah ini didasarkan pada potensi intelektual masing-masing dan bidang-bidang keilmuan yang dibutuhkan masyarakat. Tujuannya, agar potensi mereka bisa dikembangkan secara optimal, sebagaimana sepatutnya sesuai,  dengan konsep ta’dib
 
*****
 
Sedangkan Angkatan Ketiga mahasiswa At-Taqwa College sebanyak 21 orang. Para mahasiswa ATCO Angkatan Ketiga ini sebagian besar berasal dari kelanjutan jenjang SMP dan SMA di Pesantren at-Taqwa Depok. Mereka telah ditempa dengan disiplin adab dan ibadah selama empat tahun. Banyak “kitab-kitab kuning” juga telah mereka khatamkan. (Tentang kurikulum pada jenjang SMP dan SMA At-Taqwa bisa disimak di: https://attaqwa.id/program/shoul-lin, https://attaqwa.id/program/pristac).
 
Para mahasiswa ATCO Angkatan Ketiga ini, saat menjadi santri PRISTAC, telah menulis makalah yang dihimpun dalam satu buku setebal 481 halaman, dan diberi  judul: "Bunga Rampai Pemikiran Santri PRISTAC III." 
 
Berikut ini 22 nama santri PRISTAC dan judul makalah yang ditulisnya:  (1) Raihan Dzikri Hakim (Tafsir Ayat Pendidikan Syaikh Nawawi al-Bantani), (2) -Muhammad Nabil Abdurrahman (Pendidikan Integral Mohammad Natsir Solusi bagi Pendidikan Nasional), (3) Nuswatul Adibah (Pendidikan Indonesia Era Revolusi Industri 4.0 dalam Pandangan Islam), (4) Muhammad Abdurrahman Assajad (Keteladanan Dakwah Hamka), (5) Nailufar A. Albary (Peran PERSIS dalam Pendidikan Islam di Indonesia), (6) Athifa Fauziah Rahmah (Novel Dilan dalam Timbangan Adab), (7) Umar ar-Rantisi (Pemikiran Ibn Khaldun tentang Ilmu dan Guru), (8) Faisal Nabil Purnomo (Model Pendidikan Muhammad al-Fatih), (9) Vaisal Rahmat Hidayat (Islamisasi dan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia), (10) Shofiyah Hafizhah Irvan (Orientalis dan Sejarah Islam), (11) Yasmin Khoirunnisa (Rohana Kudus dan Perjuangannya), (12) Alima Pia Rasyida (Kiprah Pesantren dalam Perubahan Sosio-Politik di Masa Kerajaan Islam), (13) Ali Sina Albasyiri (Wacana Islam Liberal di Medsos: Kajian Kritis), (14) Muhamad Irfan Hakim (Konsep Agama Menurut HM Rasjidi), (15) Aditama Prima Mahadika (Pemikiran Pancasila Kasman Singodimedjo), (16) Faiz Abdurrahman (Keteladanan Kepemimpinan Umar bin Khattab), (17) Aufa Azizah (Peran Harun al-Rasyid dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan), (18) Umar Thoriq Ramadhan (Pengaruh Zionisme di Masa Sultan Abdul Hamid II dan Keruntuhan Turki Utsmani), (19) Syuhda Fakhrun Nisa (Kiprah Perempuan dalam Peradaban Islam), (20) Azzahra Azka Salsabila (Keluarga dalam Perspektif Feminisme dan Islam), (21) Habiba Zahra (LGBT dalam Perspektif Feminisme dan Islam), Ghaitsa Sahira Putri (Feminisme: Dari Problem Kristen Barat hingga Dekonstruksi Syari'ah).
 
Dari 22 santri PRISTAC, ada tiga yang tidak melanjutkan studi ke ATCO. Ada dua mahasiswa baru dari luar Pesantren At-Taqwa Depok. Setelah berjalan tiga tahun, kami memutuskan, mahasiswa ATCO yang telah memiliki ijazah SMA formal, maka masa pendidikan di ATCO dipadatkan menjadi SATU TAHUN, dengan mengutamakan tiga kompetensi lulusan: (1) adab dan ibadah (2) pemikiran Islam (3) keterampilan menulis. 
 
Alhamdulillah, pendidikan At-Taqwa College Depok, sejauh ini terus berjalan dengan baik. Melihat hasilnya, kami semakin yakin dengan konsep pendidikan berbasis adab yang telah kami jalankan di Pesantren At-Taqwa Depok, termasuk di At-Taqwa College. Tentu saja, ada beberapa hal yang terus perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Mohon doanya! (Depok, 6 Rajab 1443 H/7 Februari 2022).