Presentasi Makalah Tugas Akhir Santri Pristac 2022, Mudir At-Taqwa: “Tema Berat Disajikan Dengan Baik”

Penulis : Tim Redaksi


Sejumlah 21 Santri PRISTAC 2 angkatan 4 melaksanakan presentasi Makalah Tugas Akhir pada Rabu-Kamis, 2-3 Maret 2022. Pada presentasi tahap pertama ini, Santri dan Santriwati PRISTAC menyajikan makalah-makalahnya di hadapan para guru dan pembimbing.

Makalah tersebut ditulis dalam waktu kurang lebih enam bulan. Sejak September 2021, Santri PRISTAC telah memilih dan menyiapkan tema dan judul. Begitu mendapat tema dan judul yang akan ditulis, Santri kemudian menghadap para guru pembimbing yang berkompeten dalam bidang-bidang keilmuan yang sesuai.

Meskipun Santri PRISTAC setingkat SMA, dan berusia rata-rata 15-17 tahun, mereka mendapatkan guru-guru setingkat doktor dengan kompetensi keilmuan yang mumpuni. Tema dan judul yang diambil-pun adalah tema-tema serius dan berbobot yang membutuhkan fokus bahasan dan penulisan yang tidak sembarang.

Adapun guru-guru pembimbing tersebut di antaranya adalah: Dr. Muhammad Ardiansyah, Dr. Suidat, Ustadz Bana Fatahillah, Lc., Ustadzah Dina Farhana, S. Pd., Ustadz Ahda Abid al-Ghiffari, S. Pd., Dr. Rahmatul Husni, dan Ustadz Muhammad Kholid, M. Pd. I..

Terhimpun dalam karya penulisan tersebut, terdapat beberapa klasifikasi tema yang ditulis dari para Santri, seperti pemikiran tokoh, pendidikan-da'wah, sejarah, hingga tantangan pemikiran umat Islam. Berikut karya-karya Santri PRISTAC:

Pendidikan:

1. Najda Khadijah Fadilla - "Pesan Pendidikan Imam al-Ghazali: Kajian Bidayatul Hidayah"

2. Fawwaz Ziyad el-Hakim - "Guru dalam Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara"

3. Daud Syarif bin Saripin - "Pemikiran Pendidikan Ahmad Hassan dan Implementasinya di Indonesia"

Tantangan Pemikiran:

4. Jamila Afifah Rahmah - "Problematika Feminisme dalam Memandang Kebebasan Perempuan"

5. Salma Kamilah Santosa - "Menepis Tuduhan Ahmad Amin terhadap Kredibilitas Abu Hurairah ra."

6. Fawwaz Ammar Narain - "Kritik terhadap Pluralisme Agama menurut Adian Husaini"

7. Cut Asiyah Kinanti - "Kritik terhadap Pemikiran Abraham Geiger: Al-Qur'an Dipengaruhi oleh Yahudi"

8. Salma Mufida Aqila - "Relasi antara Kemajuan dan Agama: Studi Perbandingan Barat dan Islam"

Sejarah:

9. Fatha Mubina Aziza - "Keumalahayati: Perjuangan dan Keteladanannya"

10. Aisyah Zahra Ghaisani - "Perkembangan dan Budaya Ilmu di Andalusia"

11. Muhammad Rama Sutanto - "Peran Perjuangan HOS Tjokroaminoto Melawan Kolonialisme Belanda"

12. Khalisah Inas Tsabitah - "Peran Orang Tua di Balik Kesuksesan Anak: Pengalaman Tokoh-tokoh Islam"

13. Hanun Hilmiya Hazimah - "Meneladani Kemuliaan Fatimah az-Zahra"

14. Yasmin Amira Salsabila - "Meneladani Kisah Para Ulama Menuntut Ilmu"

15  Nazwa Asyifa Zahra - "Rahmah el-Yunusiah: Teladan bagi Muslimah Indonesia"

16. Isykarima - "Peran Da'wah dalam Perkembangan Seni pada Masa Awal Islamisasi Indonesia"

Pemikiran Tokoh:

17. Aditya Saputra - "Ayat-ayat Cinta dalam Tafsir al-Azhar"

18. Nabila - "Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Said Nursi"

19. Abdul Hadi Taqiyuddin - "Kebahagiaan dalam Perspektif Imam al-Ghazali: Konsep, Metode, dan Apilkasi"

20. Subhan Ramadhan - "Metode Pendidikan Imam Syafi'i: Urgensi Adab dan Ilmu"

21. Niswa Fatiha Rizkiya - "Pandangan Buya Hamka tentang Kemuliaan Perempuan"

Di PRISTAC (Pesantren Pemikiran dan Peradaban Islam setingkat SMA), Dr. Adian telah merumuskan satu pandangan penting. Yakni, pelajar SMA itu sudah dewasa, dan bukan (atau jangan dipaksa) menjadi anak-anak.

"Jadi, mereka banyak dilatih menjawab soal-soal kehidupan, bukan hanya dilatih menjawab soal-soal ujian," demikian tulisnya. 

Pengasuh Ponpes at-Taqwa Depok, Dr. Muhammad Ardiansyah, pada akhir sesi, memberi pesan penting kepada para Santri. Meskipun berusia muda, para Santri telah menulis tema yang cukup berat. Namun, tema itu dapat disampaikan dengan baik.

"Makalah santri-santri sudah cukup bagus. Apalagi melihat usia mereka yang masih muda. Tema berat pun bisa disajikan dengan baik."

Menurutnya, saran dan kritik yang disampaikan oleh dewan guru justru memperlihatkan bahwa karya tulis para Santri ini sangat menarik dan penting untuk diperhatikan.

"Masukan, saran dan kritik dari dewan guru penguji itu bukan berarti makalahnya tidak bagus. Justru karena bagus, jadi menarik untuk dikomentari supaya lebih bagus." (Ahd.)