MOTTO: Jujur, Semangat, Peduli (JSP)

Motto atau semboyan Pesantren at‑Taqwa ditentukan berdasarkan diskusi yang panjang dengan para guru. JSP (Jujur, Semangat Peduli) bisa dikatakan merupakan akhlak (perwujudan adab berbasis ilmu) yang penting yang wajib dimiliki setiap muslim.

JUJUR bermakna jujur dalam soal iman, dimana hati seorang mukmin harus bebas dari paham syirik dan penyakit munafik. Jujur dalam soal akhlak pun merupakan fondasi akhlak yang sangat penting. Sebab, kata Nabi Muhammad saw, jujur membawa ke sorga, dan dusta membawa ke neraka. Seluruh keluarga besar pesantren harus berusaha keras mendidik diri dan keluarga menjadi manusia‑manusia yang jujur. Bohong/dusta harus dibuang jauh‑jauh dalam kamus kehidupan kita. Ingat pesan Nabi saw, bahwa salah satu tanda orang munafik adalah: jika berkata ia dusta. Sedangkan kita terus berdoa agar dijauhkan dari segala kemunafikan. Nabi kita, Muhammad saw, adalah seorang yang dikenal memiliki sangat jujur. Baik kawan maupun lawan mengakui beliau orang jujur. Karena itu, jujur (al‑shidqu)
menjadi salah satu sifat kenabian.

SEMANGAT mewakili sejumlah akhlak mulia, seperti tidak malas, tidak bersikap lemah, dan tidak pesimis. Santri dan
keluarga besar pesantren at‑Taqwa Depok harus menempa diri menjadi manusia yang rajin belajar dan bekerja, tidak malas (kasal), tidak bersikap merasa tidak mampu (‘ajz), atau bersikap pesimis. Pesan Nabi saw, muslim wajib bersemangat meraih cita‑cita yang baik, tidak merasa lemah, dan senantiasa meminta pertolongan kepada Allah SWT.

PEDULI adalah sifat yang harus dimiliki setiap muslim. Mulai peduli untuk menyingkirkan “duri” di jalan, peduli
kepada penderitaan sesama manusia, sampai peduli kepada segala bentuk kemungkaran. Santri dan keluarga besar Pesantren Shoul Lin al‑Islami wajib berusaha untuk menjadi manusia yang Peduli. Nabi Muhammad saw berpesan, bahwa bukan orang mukmin, orang yang perutnya kenyang, tetapi tetangganya kelaparan. Selemah‑lemah iman adalah orang yang benci terhadap kemungkaran, tetapi tidak berbuat apa‑apa.

Beradab jiwa‑raga menjadi semboyan penting Pesantren Shoul Lin, yang sejalan dengan semangat Lagu Indonesia Raya: Bangunlah Jiwanya, bangunlah badannya. Jiwa harus dibangun dengan ilmu dan tazkiyatun nafs. Karena itu, Pesantren Shoul-Lin banyak mengkaji dan berusaha mengamalkan kitab‑kitab Imam al‑Ghazali yang dikenal sangat menekankan amalan‑amalan pensucian jiwa. Adapun beradab dalam hal raga (jasadiah) menjadi perhatian penting, karena amanah Rasulullah saw, bahwa orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah