Urgensi Mengkaji Kristologi di Kalangan Santri

Oleh: Faza Zaki el-Hakim (Santri SMA At-Taqwa Depok, 17 tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

Pada era yang penuh tantangan -baik dari luar maupun dalam- memahami agama Kristen bukanlah satu hal sepele. Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa Kristenisasi menjadi salah satu tantangan serius bagi dakwah dan akidah Islam. Karena itu penguasaan dasar-dasar Kristologi menjadi kebutuhan strategis, khususnya bagi para santri dan pegiat dakwah.

Senin (22/12/25) Pondok Pesantren at-Taqwa menyelenggarakan kuliah intensif Kristologi bersama Dr. Abu Deedat Syihab, salah satu pakar kristologi. Kegiatan tahunan yang diperuntukkan bagi santri At-Taqwa College ini dilaksanakan di Perpustakaan Pondok Pesantren At-Taqwa, Depok, dan berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 17.45 WIB.

Tantangan Internal dan Eksternal

Pada sesi pertama, Dr. Abu Deedat memulai penjelasannya dengan memaparkan dua tantangan umat Islam di zaman ini, yakni internal dan eksternal. Di internal umat Islam telah terjadi banyak persoalan di antaranya:

  • Perpecahan umat akibat persoalan akidah yang belum kokoh dan bersatu
  • Kebodohan yang yang menggiring banyak Muslim kepada kemurtadan baik sengaja ataupun tidak sengaja, 
  • Kemiskinan karena sistem ekonomi kapitalistik
  • Kebobrokan moral karena jauh dari teladan Rasulullah Saw. 
Adapun tantangan eksternal yang dihadapi umat Islam - diantara yang paling besar - ialah maraknya gerakan pemurtadan yang dilakukan sebagian kalangan Kristen. Gerakan ini sering dilakukan melalui jalur bantuan sosial, pendidikan, serta penyebaran kitab suci.

Dr. Abu menjelaskan abhwa masifnya gerakan kristenisasi tersebut didorong oleh semangat misionaris yang dikenal dengan “Amanat Agung Yesus” (The Great Commission). Amanat ini merujuk kepada dua ayat di Bible, yakni Matius 28:19 dan Markus 16:15. 

Namun, jika ditinjau menggunakan pendekatan kritik teks dan analogi ilmu hadis, kedua ayat tersebut dinilai bermasalah secara transmisi (tidak kuat). Meski demikian, dalam praktiknya, ayat-ayat ini tetap menjadi motor utama gerakan misionaris Kristen hingga hari ini.

 “Banyak sekolah teologi Kristen yang secara serius mempelajari Islamologi, bahkan mendorong mahasiswanya untuk mengkristenkan umat lain,” tegas Dr. Abu Deedat.

Dalam penjelasannya Dr. Abu Deedat juga menyampaikan tiga narasi utama yang biasa misionaris gunakan dalam mendakwahkan agamanya:

  1. Islam adalah agama yang tidak toleran, tidak mengajarkan kasih sayang, dan identik dengan kekerasan.”
  2. Islam membolehkan poligami, sedangkan Kristen tidak.”
  3. Islam tidak menjamin keselamatan pemeluknya, bahkan Nabinya sendiri meminta didoakan. Sedangkan dalam Kristen, keselamatan sudah terjamin karena Yesus telah menebus dosa manusia.”
Oleh karena itu, pada sesi pertama ini, Dr. Abu Deedat menekankan urgensi dari mempelajari Kristologi, yang kurang lebih dapat dirangkum dalam 3 poin:

1. Mengetahui cara berdakwah yang benar dan bijak
Dakwah tidak selalu dilakukan dengan cara konfrontatif. Ia menuntut ketenangan, kelembutan, dan argumentasi yang tepat, sebagaimana ditegaskan dalam Qs. al-Baqarah: 111

2. Menambah keyakinan kepada agama Islam itu sendiri. 
Mempelajari Kristologi akan mengajarkan kita tentang dalil-dalil aqli dan naqli yang bisa digunakan untuk membantah argumen para misionaris. Pengetahuan tentang dalil-dalil itulah yang akan membuat keyakinan seorang muslim menjadi lebih kuat akidahnya.

3. Menyadarkan orang yang Murtad dan Ahli Kitab. 
Dengan mempelajari Kristologi, seorang Muslim akan paham bahwa berda`wah tidak hanya ditujukan kepada orang non-Islam. Tetapi juga merangkul kembali orang yang Murtad dan juga para Ahlul kitab.

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086