Dari Muhasabah hingga At-Taqwa Rewind: Malam Pergantian Tahun di Pesantren At-Taqwa Depok
Oleh: Farras Zahy Putra Satriawan (Santri SMA Pesantren At-Taqwa Depok, 16 tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Perayaan tahun baru saat ini memang sering identik dengan hingar-bingar, kembang api, dan keramaian. Tak terkecuali di kalangan umat Islam di berbagai tempat. Tapi, suasana berbeda justru terasa di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok.
Untuk menyambut pergantian tahun, Pesantren At-Taqwa Depok menggelar acara “Akhir Sanah“ pada Rabu, 31 Desember 2025. Acara utamanya adalah muhasabah bersama, di mana para santri diajak merefleksikan diri dan mengingat kembali identitas mereka sebagai santri. Pembicara dalam kegiatan ini adalah Dr. Muhammad Ardiansyah, atau yang biasa disapa Ustadz Ardi, selaku Mudir Ponpes At-Taqwa Depok.
Dalam nasihatnya, Ustadz Ardi mengingatkan bahwa orang-orang besar biasanya lahir dari kondisi yang tidak biasa. “Oleh karena itu, para santri patut bersyukur dengan kegiatan kita yang `tidak biasa` ini, karena justru itu yang akan membentuk kalian menjadi manusia hebat di masa depan,“ katanya.
Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi menjaga identitas santri. “Jangan sampai menjadi santri hanya di pondok saja. Tapi di mana pun kita berada, kita tetap santri,“ ujar Ustadz Ardi.
Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Public Speaking Contest serta nominasi santri berprestasi di beberapa kategori. Selanjutnya, ditayangkan video “At-Taqwa Rewind“ yang merangkum berbagai kegiatan di ponpes sepanjang tahun. Tak ketinggalan, film karya santri yang pernah diikutsertakan dalam Santri Film Festival 2025 tingkat nasional juga diputar.
Meski berlangsung ramai dan meriah, acara ini tetap mencerminkan identitas santri dengan baik. Para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, tapi tetap menjaga adab sepanjang acara. Harapannya, momen ini bisa mendorong santri untuk terus mengembangkan kreativitas tanpa melupakan nilai-nilai dasar yang harus dipegang teguh. Cara menyambut tahun baru yang sederhana, tapi penuh makna.