Tamatkan Kitab Al-Arba'un Al-Qur'aniyah, Santri: "Kami Harus Jadi Ahli Quran"

Oleh: Furaiqo az-Zahra, Muhammad Amrullah, dan Fikri Shafin Fadhil (Santri PRISTAC – Tingkat SMA – Pesantren At-Taqwa Depok, 15 tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

Kamis, 31 Agustus 2023 M/14 Shafar 1445 H, Santri At-Taqwa Depok kembali mengkhatamkan kitab yang mereka kaji. Kitab yang khatam dikaji kali ini berjudul al-Arba’un al-Qur’aniyah. Bersama Ustadz Zuhdi Mubarak, para santri at-Taqwa mengkaji dan mengkhatamkannya dengan penuh khidmat.

Perlu diketahui, selain mengkaji kitab di kelas, Santri At-Taqwa turut mendapat syarahan kitab dalam majlis setelah Maghrib. Kelas ini jamak dikenal dengan ngaji bandongan. Dalam tradisi pesantren dikenal seorang ustadz membacakan kitab sedangkan para santri mendengarkan sekaligus memaknai kitab yang dibacakan itu.

Di Pesantren At-Taqwa Depok, ngaji bandongan ini diselenggarakan dari hari Senin-Jum’at, ba’da Maghrib di Musholla Taman Adabi. Ditambah lagi, dalam beberapa kesempatan di kelas khusus dan beberapa kelas lainnya, mereka juga menggunakan metode ini dalam belajar. Senin malam, para santri mengkaji kitab Arab-Melayu yang berjudul Tuhfatul Raghibin, karya Haji Muhammad Sarani. Kitab ini dikaji bersama al-Ustadz Suidat. Lalu, pada malam Rabu, para santri membaca karya Imam Nawawi, Abu Zakariya Yahya bin Syaraf yang berjudul At-Tibyan fii Adaabi Hamalati al-Qur’an. Kitab ini dikaji bersama al-Ustadz Bana Fatahillah. Para santri pun mengikuti kajian al-Ustadz Ardiansyah dengan salah satu kitab Imam al-Haddad, yaitu kitab Da’watu at-Tammah pada malam Kamisnya.

Ada kegiatan yang sedikit berbeda di malam Jum’atnya. Kalau umumnya kajian akan dilaksanakan setelah maghrib, namun pada tiap maghrib malam Jum’at itu digunakan untuk membaca Ratib al-Haddad. Setelah Isya’ barulah terdapat kajian kitab al-Arbau’n al-Qur’aniyyah yang dikaji bersama al-Ustadz Zuhdi. Setelah mengkaji kitab, Ustadz Zuhdi al-Mubarok mempersilahkan tim haddroh melantunkan sholawat sampai jam sembilan lewat. Setelahnya, barulah halaqoh ini ditutup.

Kitab al-Arbaun al-Qur’aniyyah ini ditulis oleh Syekh Ahmad bin ar-Razzaq bin Muhhamad Ali Ibrahim al-’Anquri. Kitab ini mulai dibagikan kepada dan dikaji para santri pada Jum’at 24 Maret 2023. Ini adalah kitab kedua dalam kajian Ustadz Zuhdi. Sebelumnya, para santri At-Taqwa mengkaji kitab asy-Syama’il al-Muhammadiyyah. Ialah kitab hadist karangan Imam Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi (Imam Tirmidzi). Kitab yang berisi kumpulan hadits dan kesaksian para sahabat yang memuat gambaran fisik, akhlak, barang-barang yang dipakai, perilaku keseharian, dan ibadah Nabi SAW ini telah khatam dikaji santri dan Ustadz Zuhdi.

Oleh karenanya, selanjutnya santri At-Taqwa melanjutkan mengkaji kita al-Arba’un al-Qur’aniyah ini. Kitab ini berisikan 40 hadits terkait kitab suci Umat Islam, yakni al-Qur’an. Mulai dari keutamaan bagi pembaca dan pengajar al-Qur’an, adab-adab terhadap al-Qur’an, sampai kepada keutamaan sebagian surat dalam al-Qur’an.

Pada awal kajian kitab al-Arba’un al-Quraniah, Ustadz Zuhdi memotivasi para santri untuk menjadi ahlul Qur’an. Dengan membaca, menghapal, mengamalkan, dan mengajarkan al-Qur’an. Tidak hanya itu, Ustadz Zuhdi juga menganjurkan para santri untuk menghapal 40 hadits dalam kitab al-Arba’un al-Qur’aniah.

Merujuk pada hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, dari hadits yang berbeda-beda, Ustadz Zuhdi menerangkan: “Barangsiapa menghapal 40 hadits, maka ia akan dibangkitkan bersama para ulama dan fuqaha, dan akan diberi syafa’at oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam di hari kiamat, dan akan diperbolehkan masuk surga dari pintu mana saja.”

Hadist ke-36 bertema keutamaan surat Al-Kahf. Dalam hadist ini terdapat tiga tema besar: (1) Rasulullah SAW bersabda, siapa pun hafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahf, maka ia terjaga dari fitnah Dajjal. Ustadz Zuhdi merincikan, fitnah Dajjal tidak terbatas apa yang datang langsung darinya, tapi juga fitnah kontemporer, seperti pemikiran sesat, materialisme peradaban Barat yang menyilau, dan lain-lainya. Juga termasuk (2) dalam sabda beliau, jika kita melihat Dajjal, kita memohon kepada Allah agar terlindung dari fitnahnya. Kita juga diperintahkan membaca pembukaan surat Al-Kahf. (3) Jika seorang membaca surat Al-kahf pada malam Jum’at, Allah SWT akan membrikan dia keutamaan diantara dua Jum’at.

Intinya, tema global sekitar lima hadist terakhir ini, yaitu keutamaan atau hal-hal menabjubkan dari surat Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Kahfi, Al-Mulk, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan juga Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi), 287, dan 286.

Kajian yang bertempat di Mushola Taman Adabi Pesantren At-Taqwa ini berlangsung dengan tenang. Pada saat khataman, tersisa lima hadits tentang keutamaan beberapa surat dalam al-Qur’an yang akan dibaca dan dijelaskan oleh Ustadz Zuhdi. Para santri menyimak dengan seksama penjelasan tersebut. “Rutinkan membaca Surat al-Mulk sebelum tidur agar terhindar dari azab kubur. Sesibuk apapun antum, sempatkan untuk membaca surat al-Mulk,” demikian nasehat Ustadz Zuhdi menjelaskan hadits ke-37.

Malam itu ustadz Zuhdi menjelasakan Hadist ke-35 sampai ke 40. hadist ke-35 tentang keutamaan surat Al-Baqarah dan Ali Imran. keudua surat ini dinamakan Az-zahroin. Dua surat ini yang akan menolong kita pada hari kiamat, dan membaca satu ayat surat Al-Baqarah sudah mengundang delapan puluh malaikat, meminta ampuna dari Allah SWT untuk yang membaca satu ayat tersebut. Setiap ayat Al-baqoroh tersebut diturunkan, delapan puluh malaikat mengiringinya.

Ustadz Zuhdi berpesan, kajian kitab al-Arba'un al-Qur'aniyah bukan sekedar memberikan maklumat tentang ke al-Qur'an, akan tetapi dapat membangkitkan semangat dalam mencintai al-Qur'an, mengahafal al-Qur'an, dan mengamalkan al-Qur'an.

“Maka sebaiknya seorang santri menghadirkan makna kemuliaan al Qur'an; bahwa proses al-Qur'an dari zat yang maha mulia kepada Jibril malaikat termulia, disampaikan kepada Nabi Muhammad manusia termulia, diturunkan di waktu yang mulia dan di malam yang mulia, maka al-Qur'an tidak diberikan kecuali kepada manusia yang mulia. Oleh karena itu, muliakanlah dirimu dengan al-Qur'an dan hiasilah perangaimu dengan mengamalkan al Qur'an.”

Setelah selesai membaca seluruh hadits dan mengkhatamkan kitab, malam sunyi itu dimeriahkan pula dengan lantunan bacaan maulid dan sholawat yang indah serta iringan bunyi rebana dan kawan-kawannya oleh tim hadroh. (Editor: Ahd.)

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086