Presentasi Makalah Anak SMA Rasa Mahasiswa Tingkat Akhir

Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

“Presentasinya sudah seperti anak kuliahan semester 8, ananda sekalian sangat luar biasa!” Begitu komentar salah satu orang tua santri yang hadir dalam acara presentasi makalah ilmiah santri-santri SMA Pesantren At-Taqwa Depok. Presentasi itu dilakukan di hadapan para orang tua, termasuk orang tua para presenter. 

Pada hari itu (3/5/26), ada enam santri yang mempresentasikan makalah ilmiahnya. Di antara mereka: 
  1. Aflaha Man Tazakka (16 tahun), dengan judul makalah, “Pandangan Imam Al-Ghazali terhadap Istilah-istilah Ilmu.” 
  2. Kirana Syakirah Trisha Putri (17 tahun), dengan judul makalah, “Pandangan Buya Hamka terhadap Fenomena Strict Parents.” 
  3. Azkya Adhawiya Zain (16 tahun), dengan judul makalah, “Konsep dan Pemikiran Jihad Teungku Muhammad Daud Beureueh.”  
  4. Faqih Mujahiddin (17 tahun), dengan judul makalah, “Pemikiran dan Peran Prof. KH. Didin Hafidhuddin dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam Indonesia”  
  5. Darian Al-Fatih Alamsya Pohan (16 tahun), dengan judul makalah, “Lirik Lagu: dalam Pandangan Worldview of Islam.” 
  6. Ja`far Abdurrahman Sani (16 tahun), “Dampak Paska Perang Salib terhadap Perkembangan Budaya dan Intelektual Barat” 

Presentasi dilakukan dari pagi sampai siang. Selama itu, para orang tua sama sekali tak lesu mendengarkan. Para wali santri justru begitu semangat dan bahagia menyimak sang buah hati menyampaikan gagasan besar itu di hadapan mereka. Begini komentar mereka:

“Saya optimis! Generasi-generasi ini tidak terpaku dengan gadget.” 

“Anak seusia ini sudah menghasilkan karya yang luar biasa! Paparannya pun cukup langka.” 

“Kami sangat mengapresiasi, semuanya menarik! Kami dibawa kepada pemikiran satu ke pemikiran lainnya.”  

“Terima kasih kepada At-Taqwa karena sudah menanamkan kepada para santri untuk gemar membaca, jadi dapat mewakilkan majunya peradaban dari sekian juta manusia di dunia.”

Ustadz Bana Fatahillah menjelaskan kepada para orang tua kenapa di era gempuran AI sekarang ini, At-Taqwa masih konsisten meningkatkan budaya literasi kepada para santri lewat membaca dan menulis. Katanya:

“Kini, memang tulisan tampak tidak begitu menakjubkan karena adanya AI. Tapi dengan kita tetap menulis, khususnya makalah ilmiah, hal yang bisa kita peroleh adalah budaya ilmu, pembiasaan bagi anak untuk membaca, berpikir, dan menulis. Dengan menulis, setiap anak akan dilatih untuk menyelesaikan masalah dengan solusi yang ditelitinya. Dengan pembiasaan ini, para santri bisa siap berperan di tengah masyarakat, bermanfaat dengan ilmu-ilmunya.”

Acara ini adalah presentasi makalah ilmiah keempat para santri SMA At-Taqwa Depok kelas satu. Presentasi pertama, di hadapan para guru. Kedua, di hadapan para santri. Ketiga, di hadapan para santri dan murid di lembaga pendidikan di luar At-Taqwa. Kali ini, giliran angkatan ke-8 yang melakukannya. Artinya, sudah delapan tahun At-Taqwa konsisten menerapkan kebijakan ini.

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086