Perintah Dakwah Kepada Ahlul Kitab
Oleh: Cut Asiyah dan Irsyad Akmal (Santri SMA At-Taqwa College, 17 tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Dalam sesi kedua kuliah intensif Kristologi bersama santri SMA At-Taqwa Depok, Ustadz Abu Deedat Syihab menegaskan bahwa Ahlul Kitab semestinya diajak kembali kepada jalan tauhid, sebagaimana keyakinan murni yang dianut oleh para nabi dan generasi pendahulu mereka sebelum terjadinya penyimpangan ajaran.
Al-Qur`an memberikan landasan yang jelas tentang kewajiban berdakwah, khususnya kepada kalangan Ahlul Kitab. Di antaranya (yang artinya):
“Wahai Ahlul Kitab, marilah kepada suatu kalimat yang sama antara kami dan kamu…”
(QS. Ali `Imran: 64)
(QS. Ali `Imran: 64)
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah kepada Ahlul Kitab dibangun di atas titik temu tauhid, bukan permusuhan atau pemaksaan. Dalil lainnya adalah firman Allah (yang artinya):
“Katakanlah: Datangkanlah bukti-bukti kalian jika kalian memang orang-orang yang benar.”
(QS. Al-Baqarah: 111)
(QS. Al-Baqarah: 111)
Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk berdakwah dengan argumentasi yang rasional dan dalil yang kuat, bukan sekadar klaim emosional.
Ustadz Abu Deedat kemudian menegaskan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, karena seluruh nabi dan rasul pada hakikatnya membawa ajaran Islam. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur`an, di antaranya:
“Dan Ibrahim mewasiatkan kepada anak-anaknya demikian pula Ya`qub: Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Qs. Al-Baqarah: 132)
Adapun keyakinan bahwa Yesus (`Isa `alaihis salam) adalah Tuhan, menurut Ustadz Abu Deedat, tidak berasal dari wahyu ilahi yang murni, melainkan berkembang dalam sejarah teologi Kristen, terutama melalui pemikiran Paulus. Bible sendiri tidak memuat pernyataan eksplisit dari Yesus yang mengaku sebagai Tuhan.
Sebaliknya, dalam Injil Matius disebutkan: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” (Matius 4:10)
Selain ayat ini, ustadz Abu menyebutkan 3 ayat lain dalam Bible yang menunjukkan ketuhanan Allah, bukan Isa. Misalnya Lukas 6:12, Yohanes 17:3 dan Markus 12:29&32. “Ini semua menunjukkan bahwa sejatinya ajaran murni mereka adalah tauhid, dan itulah mengapa kita perlu mengajak mereka untuk kembali!” tegas beliau.
Namun kata ustadz Abu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa umat Islam sering kali berada dalam posisi defensif, lebih banyak menerima misi penginjilan daripada menyampaikan dakwah Islam.
“Itulah kenapa Kristologi penting bagi para kader da`i. Selain untuk mengajak ahlul kitab kepada ajaran aslinya, kita juga membentengi umat muslim dari misi penginjilan yang kadang dilakukan dengan senyap.” Tutup beliau