Para Nabi & Rasul Pasti Ishmah, Jangan Ragu!

Oleh: Zaim Khairul Majdi & Nada Salsabila (Santri SMP Pesantren At-Taqwa Depok, 15 Tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
...

KH. Muhammad Ihya Ulumuddin dalam kitabnya Jalau al-Afham, menegaskan kalau Para Nabi dan Rasul punya sifat ishmah. Ishmah secara istilah adalah bentuk penjagaan Allah kepada Nabi dan Rasul dari dosa dan segala bentuk maksiat. 
 
Ini adalah salah satu materi yang diajarkan kepada kami, santri 3 SMP Pesantren At-Taqwa Depok selama belajar 1 bulan di Pandaan Jawa Timur. Kami belajar kitab akidah ini kepada Ustadz Bayhaqi. 
 
Jadi, Para Nabi dan Rasul, dalam akidah kita, tidak berdosa. Setiap orang Islam yang Mukallaf wajib meyakini akan hal ini: bahwasanya Para Nabi dan Rasul ialah terjaga, dan mereka suci dari maksiat sebagaimana para malaikat.
 
Malaikat berbeda dengan manusia. Ia tidak disifati sedikit pun dari sifat-sifat manusia, seperti memiliki keluarga, tidak makan minum, tidak tidur, tidak memiliki hawa nafsu, dan lain-lain, tapi, mereka tetap makhluq.
 
Karena Nabi dan Rasul adalah manusia yang punya sifat sebagaimana manusia biasa, dan dia ishmah, maka Para Nabi dan Rasul lebih baik dari malaikat, Afdhalu min Malaikah. Begitulah  pandangan Jumhur Ulama Asyairah. 
 
Jadi, Para Nabi dan Rasul tidaklah pernah meninggalkan kewajiban sekalipun, tidak melakukan hal yang haram, tidak disifati kecuali dengan akhlak mulia. Begitulah ia menjadi makhluk yang derajatnya lebih tinggi dari manusia biasa bahkan malaikat. 
 
Pembelajaran di Pandaan Jawa Timur merupakan program Rihlah Ilmiah Pesantren At-Taqwa Depok khusus santri kelas 3 SMP. Pembelajarannya terpusat di kediaman Dr. Ahmad Kholili Hasib, Madrasah as-Sunnah. Mereka mulai belajar di sana pada tanggal 26 Oktober kemarin. Masa pembelajarannya 1 bulan. Mereka banyak belajar kitab-kitab klasik dan kepada para kyai di sana.

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086