Dalam Skripsinya Santri SMA At-Taqwa Depok Kupas Fenomena Marriage is Scary lewat Perspektif Islam

Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

Sidang skripsi Nadin Alifah Balqis berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan suasana yang hidup dan penuh semangat. Di usianya yang baru 18 tahun, ia tampil percaya diri mempresentasikan penelitiannya yang bertema “Fenomena Marriage is Scary: Analisis Konseptual Perspektif Islam.” 

Sejak awal presentasi, para dosen penguji yaitu Ustadz Bana Fatahillah, Lc, M.Ag dan Ustadz Nur Yaqin Iman, S.Pd.I terlihat antusias dengan topik yang diangkat, sebuah isu yang sedang ramai diperbincangkan generasi muda di media sosial.

Dalam pemaparannya, Nadin menjelaskan bahwa istilah marriage is scary menggambarkan ketakutan sebagian anak muda terhadap kehidupan pernikahan. Berbagai kisah perceraian, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga konflik keluarga yang kerap muncul di media membuat tidak sedikit orang memandang pernikahan sebagai sesuatu yang menakutkan. Melalui skripsinya, ia menelusuri fenomena tersebut lewat potongan-potongan cerita yang sempat viral di berbagai platform.

Nadin juga mengaitkan pembahasannya dengan gagasan yang sering muncul dalam buku-buku bertema serupa, bahwa rasa takut terhadap pernikahan kerap lahir karena seseorang lebih banyak menyaksikan kegagalan daripada keberhasilan sebuah rumah tangga. Ketakutan semacam ini, ia nilai, dapat menjadi pengingat agar seseorang mempersiapkan diri dengan lebih matang. 

“Ketakutan tersebut tidak seharusnya membuat pernikahan dipandang sebagai sesuatu yang pasti membawa keburukan. Dari perspektif Islam, pernikahan justru merupakan ikatan yang dibangun di atas kasih sayang, tanggung jawab, dan komitmen untuk saling mendukung dalam kebaikan,” ujarnya. 

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Para dosen penguji melontarkan berbagai pertanyaan, kritik serta masukan yang mendalam. Nadin menjawab sebagian besar pertanyaan dengan tenang dan penuh keyakinan. Untuk beberapa pertanyaan yang belum dapat ia jawab secara optimal, ia menunjukkan sikap terbuka, menerima masukan dengan lapang dada dan menjadikannya bahan untuk terus berkembang.

Sidang skripsi Nadin Alifah Balqis membuktikan bahwa isu yang hidup di tengah masyarakat dapat dikaji secara ilmiah dan melahirkan sudut pandang yang segar. Dengan keberanian mengangkat tema yang relevan serta penyampaian yang matang melampaui usianya, ia berhasil menghadirkan diskusi yang bermakna tentang hakikat pernikahan dalam pandangan Islam.

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086