Berkah Ramadhan, Santri-Santri Belia Ini Bikin Buku Bermutu Hanya Dalam 20 Hari
Oleh: Hisyam Fahreza (Santri Pesantren At-Taqwa Depok, 15 tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan

Panitia Program Dakwah Lapangan (PDL) yang merupakan panitia kegiatan Ramadhan tahun ini terbitkan buku bertema “Parade Intelektual Ramadhan.” Buku ini dilaunching saat penutupan agenda Ramdhan pada Rabu, (19/3) di hadapan seluruh santri.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan santri selama 20 hari belajar di bulan Ramadhan 1446 H / 2025 M. Dari program ngaji kitab, kultum tarawih, majlis menjelang berbuka puasa, kajian spesial, dll. Penulisnya adalah santri setingkat SMP dan SMA kelas 1 yang berusia 15-16 tahun. Tulisan mereka dikumpulkan setiap malam dan diedit oleh Fatih Madini, guru mata pelajaran jurnalistik di Pesantren yang telah menulis empat buku.
Dr. Adian Husaini, Pembina Pesantren At-Taqwa Depok sangat mengapresiasi karya ini. Menurutnya buku “Parade Literasi Santri” ini sangat menginspirasi. Sebab budaya literasi-lah yang menjadi asas kebangkitan negeri.
“Alhamdulillah. Terbit buku kumpulan artikel para santri Pesantren At-Taqwa Depok (350 halaman). Hanya dalam 20 hari, sebanyak 81 artikel ditulis oleh para santri rata-rata berumur 15-17 tahun. Inilah catatan mereka tentang kegiatan keilmuan di bulan Ramadhan 1446 H di Pesantren,” tulis Dr. Adian dalam akun resmi facebook.
Mudir Pesantren At-Taqwa Depok juga turut mengapresiasi torehan para santri. “Alhamdulillah Literasi di pondok kami bukan sekedar wacana. Guru dan santri sudah memiliki tradisi menulis cukup baik,” pungkas Dr. Ardiansyah.
“Sudah dua tahun ini, tiap Ramadhan saya diberi hadiah buku karya santri oleh panitia Ramadhan di pondok. Ini adalah hadiah yang sangat membahagiakan bagi kami para guru di pondok. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi semua yang terlibat dan yang mau mengambil pelajaran.” Tutupnya.
Selaku editor Fatih turut senang dengan tulisan para santri yang terlibat. Menurutnya tulisan mereka sudah sangat baik dan mengalir. “Awalnya mereka mungkinmenulis gagasan orang lain, tapi di kemudian hari mereka mampu menyampaikan gagasan dan idenya lewat tulisan bernas mereka,” ujar Fatih.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan santri selama 20 hari belajar di bulan Ramadhan 1446 H / 2025 M. Dari program ngaji kitab, kultum tarawih, majlis menjelang berbuka puasa, kajian spesial, dll. Penulisnya adalah santri setingkat SMP dan SMA kelas 1 yang berusia 15-16 tahun. Tulisan mereka dikumpulkan setiap malam dan diedit oleh Fatih Madini, guru mata pelajaran jurnalistik di Pesantren yang telah menulis empat buku.
Dr. Adian Husaini, Pembina Pesantren At-Taqwa Depok sangat mengapresiasi karya ini. Menurutnya buku “Parade Literasi Santri” ini sangat menginspirasi. Sebab budaya literasi-lah yang menjadi asas kebangkitan negeri.
“Alhamdulillah. Terbit buku kumpulan artikel para santri Pesantren At-Taqwa Depok (350 halaman). Hanya dalam 20 hari, sebanyak 81 artikel ditulis oleh para santri rata-rata berumur 15-17 tahun. Inilah catatan mereka tentang kegiatan keilmuan di bulan Ramadhan 1446 H di Pesantren,” tulis Dr. Adian dalam akun resmi facebook.
Mudir Pesantren At-Taqwa Depok juga turut mengapresiasi torehan para santri. “Alhamdulillah Literasi di pondok kami bukan sekedar wacana. Guru dan santri sudah memiliki tradisi menulis cukup baik,” pungkas Dr. Ardiansyah.
“Sudah dua tahun ini, tiap Ramadhan saya diberi hadiah buku karya santri oleh panitia Ramadhan di pondok. Ini adalah hadiah yang sangat membahagiakan bagi kami para guru di pondok. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi semua yang terlibat dan yang mau mengambil pelajaran.” Tutupnya.
Selaku editor Fatih turut senang dengan tulisan para santri yang terlibat. Menurutnya tulisan mereka sudah sangat baik dan mengalir. “Awalnya mereka mungkinmenulis gagasan orang lain, tapi di kemudian hari mereka mampu menyampaikan gagasan dan idenya lewat tulisan bernas mereka,” ujar Fatih.