Beradab Kepada Ilmu, Perlu Dipelajari!

Oleh: Asad Hadhari & Adhwa Aulia Estetika Putri (Santri SMP Pesantren At-Taqwa Depok, 13 & 14 Tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
...

Salah satu hal yang paling ditekankan oleh KH. Hasyim Asyari melalui kitabnya Adabul Alim wal Mutaallim, adalah adab murid kepada ilmu. Setiap murid, kala menuntut ilmu, harus paham bagaimana beradab kepada dirinya sendiri, guru, sampai kitab atau pelajaran.  
 
Inilah yang kemudian, kami, santri 3 SMP Pesantren At-Taqwa Depok, pelajari di Pandaan Jawa Timur ketika menjalani program belajar 1 bulan. Kami belajar kitab Mbah Hasyim itu kepada empat guru: Ustadz Kholili Ustadz Teguh, Ustadz SyafiI, dan Ustadz Rijal.
 
Adab murid kepada dirinya sendiri, yang paling utama, adalah konsisten dengan niat yang benar dan baik. Ini penting supaya pahala belajar kita diterima di sisi Allah SWT. Ketika seseorang menuntut ilmu bukan karena Allah, tapi semata-mata karena dunia, kata Nabi, ia tidak akan mencium baunya surga. 
 
Sebagai pejuang ilmu kita harus, Kita jaga baik-baik ilmu yang sudah Allah titipkan kepada kita, lalu amalkan dan ajarkan supaya dapat menyebarkan manfaat pada orang sekitar dan tentunya demi menegakkan agama Islam.  
 
Sejalan dengannya, murid juga harus selalu membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati, seperti dengki, riya, dan sombong. Jangan sampai kita merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki. Karena orang yang merasa seperti itu adalah orang-orang yang rugi. Karena telas menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan.
 
Begitu pula menjaga diri dari akhlak buruk atau maksiat. Karena ilmu itu adalah sesuatu yang mulia. Kita harus menyediakan tempat yang bersih untuk menerimanya. Sehingga ilmunya tidak hanya dipahami, tapi juga menjadi berkah. Kita jadi baik dengan ilmu itu.
 
Mengenai adab kepada guru, tentu “khidmat” dan “tazhim” menjadi perkara nomor satu yang mesti dipahami dan diamalkan oleh para murid. Di samping itu, ada pula yang penting dan jarang disadar, yakni konsisten dan bersabar dalam menjalani pembelajaran bersamanya. Jiwanya harus kuat, supaya tidak mudah pindah belajar dengan alasan-alasan yang sepele. 
 
Soal adab kepada pelajaran, salah satu hal yang penting untuk dipahami adalah bahwa seorang murid harus bersabar dalam menuntut ilmu. Baik bersabar atas penatnya belajar, juga bersabar untuk belajar secara bertahap, tidak instan. 
 
Ia harus sadar bahwa belajar harus dimulai dari ilmu-ilmu mendasar, khususnya ilmu-ilmu fardhu ain. Tidak boleh terburu-buru untuk memelajari ilmu yang berada pada tingkat atas. Setelah mendapat isyarat dari guru untuk naik ke tingkat selanjutnya maka boleh bagi kita untuk melanjutkan. 
 
Tidak selayaknya seorang pelajar pemula untuk mempelajari khilafiyah para ulama secara mendalam (khususnya dalam ilmu akidah). Sebab yang demikian adalah hal yang sia-sia dan menghabiskan waktu. 
 
Maka dari itu mulailah belajar dari perkara dasar, kemudian melanjutkan pada level berikutnya secara bertahap. Apabila telah menguasai dan sanggup, maka  boleh masuk pada perbedaan-perbedaan tersebut, ataupun mendalami tingkatan yang lebih sulit. Tentunya dengan catatan telah  diizinkan guru kita.
 
Adab kepada pelajaran tentu tidak lepas dari adab kepada kitab. Ini pun ditekankan oleh KH. Hasyim Asyari. Salah satu sumber ilmu adalah belajar dengan menggunakan kitab-kitab yang dikarang oleh para ulama-ulama kita. Karena kitab berisikan tentang ilmu yang mulia sepatutnya bagi kita untuk menjaga dan merawatnya. 
 
Di antara bentuk adabnya seperti tidak menyusun kitab secara acak dan tidak meletakkan kitab di lantai tanpa alas apa pun, di lantai tanpa alas apa pun. Apabila tidak ada meja saat belajar maka gunakanlah tangan kita untuk mengangkat kitab tersebut.
 
Pembelajaran di Pandaan Jawa Timur merupakan program Rihlah Ilmiah Pesantren At-Taqwa Depok khusus santri kelas 3 SMP. Pembelajarannya terpusat di kediaman Dr. Ahmad Kholili Hasib, Madrasah as-Sunnah. Mereka mulai belajar di sana pada tanggal 26 Oktober kemarin. Masa pembelajarannya 1 bulan. Mereka banyak belajar kitab-kitab klasik dan kepada para kyai di sana.

 

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086