Belajar Menyukuri 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Oleh: Hisyam Rajabi-Santri (Santri SMA At-Taqwa Depok, 16 Tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Dr. Muhammad Ardiansyah selaku Mudir Pesantren at-Taqwa Depok memberikan amanah penting dalam Upacara HUT-RI ke-81 di pesantren. Ustadz Ardi mengawali dengan ungkapan bijak: “hubbul wathan minal iman,” mencintai tanah air sebagian dari iman
Menurut para ulama, wathan atau tanah air bermakna dua. Pertama, tanah air terdekat atau yang ditinggali, dalam konteks ini Indonesia. Indonesia dulu dijajah oleh para kolonial. Para tokoh kita berjuang, mengorbankan darah bahkan nyawa untuk kemerdekaan negeri ini.
Setelah para tokoh berhasil mengusir para penjajah, lalu apakah selesai begitu saja perjuangannya? Tentu tidak. Masih banyak lagi tantangan, masalah yang harus dihadapi oleh penerus bangsa dan itulah perjuangannya. Tidak lagi dengan menggunakan senjata, tapi mungkin bisa dengan pena, dan lain sebagainya.
Beliau juga memberikan pandangannya tentang “Indonesia ini belum Merdeka”. Pernyataan tersebut dibantah oleh Ustadz Ardi bahwa sepatutnya bangsa Indonesia bersyukur atas apa yang telah dikorbankan oleh para pejuang terdahulu. Kita bisa ibadah dengan tenang, belajar dengan apik, dan lain sebagainya. Semua ini berkat jasa para pejuang kita yang ingin berjuang demi memerdekakan Indonesia, juga pastinya atas kehendak Allah Ta’ala.
Jika ada orang yang mengatakan Indonesia belum Merdeka, sama saja ia tidak bersyukur atas pengorbanan para tokoh. Beliau menyebutkan satu kaidah yakni” Man lam yasykur al-naas, lam yaasykur Allah,” siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak beryukur kepada Allah. Hal ini memberikan pesan yang dalam atas pengorbanan yang diberikan oleh para tokoh terhadap negeri ini.
Kemudian makna kedua adalah surga, asal atau rumah sebenarnya para manusia. Di muka bumi ini manusia diperintahkan untuk berjuang untuk kembali ke asalnya. Perjuangan di sini bisa berupa pengorbanan nyawa, harta, dan lain sebagainya.
“Kita doakan, insya Allah para pejuang kita dapat kembali ke rumah asal mereka, surga, dan kita berdoa, semoga segala perjuangan kita demi negara ini dapat mengumpulkan kita bersama mereka di surga Allah kelak,” ungkap Ustadz Ardi.