Belajar Jadi Hamba Allah yang Baik
Oleh: Ghafara Rajaswa Al-Shirazy & Ghozy Ibadurrahman (Santri SMP Pesantren At-Taqwa Depok, 15 Tahun)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Kitab Sullamu at-Taufiq karya Sayyid Abdullah bin al-Husain bin Thahir al-Alawi al-Hadhrami, mengandung tiga aspek: akidah, fiqih, dan tasawuf. Dengan belajar kitab ini, kita bisa belajar jadi hamba Allah yang baik. Di antaranya dengan belajar shalat dan berjiwa ikhlas karena Allah.
Kami, santri 3 SMP Pesantren At-Taqwa Depok, belajar hal ini kepada Ustadz Ghazali di Pandaan Jawa Timur ketika menjalani program pembelajaran selama 1 bulan yang diadakan oleh Pesantren At-Taqwa.
Wudhu, jelas merupakah syarat penting untuk sahnya shalat. Maka setiap Muslim dan Muslimah wajib belajar masalah wudhu. Mulai dari syaratnya, fardhunya, sampai hal-hal yang membatalkannya. Termasuk di dalamnya belajar masalah “air”.
Secara lebih luas, syarat sah shalat, di antaranya: beragama Islam, berakal, dan baligh, suci dari hadas dan najis pada badan, pakaian, dan tempat salat, menutup aurat (yang berpotensi terlihat kecuali wajah dan kedua telapak tangan untuk perempuan dan antara pusar dan lutut untuk laki-laki), menghadap kiblat, masuknya waktu salat, mengetahui fardhu-fardhu sholat, tidak meyakini fardhu sholat sebagai sunnah,
Perihal hal yang membatalkan shalat, di antaranya seperti berbicara dengan satu atau dua huruf yang dapat dipahami kecuali jika ia lupa, melakukan tiga gerakan berturut-turut atau satu gerakan yang berat, menambah rukun fili, makan dan minum kecuali jika lupa dan sedikit, berniat membatalkan shalat, dan mengaitkan batalnya shalat dengan sesuatu.
Selain jadi hamba Allah yang baik melalui syariat, perlu juga kita memperbaiki aspek hati kita. Salah satunya dengan belajar ikhlas dan menerima akan ketetapan Allah. Beberapa hal soal ini yang berkaitan erat dengan kita, di antaranya:
Pertama, menganggap sama antara pujian dan cacian. Kedua melaksanakan kebaikan, tetapi melupakan kebaikan itu. Maksudnya agar kita tetap ikhlas karena Allah dan kita menganggap kita seolah-olah kita belum melakukan kebaikan.
Ketiga melupakan balasan pahala akhirat. Maksudnya kita melakukan kebaikan itu murni untuk mencari ridha Allah dan ikhlas karena-Nya bukan semata-mata kita melakukan kebaikan karena ada keunggulan dari amalan itu.
Pembelajaran di Pandaan Jawa Timur merupakan program Rihlah Ilmiah Pesantren At-Taqwa Depok khusus santri kelas 3 SMP. Pembelajarannya terpusat di kediaman Dr. Ahmad Kholili Hasib, Madrasah as-Sunnah. Mereka mulai belajar di sana pada tanggal 26 Oktober kemarin. Masa pembelajarannya 1 bulan. Mereka banyak belajar kitab-kitab klasik dan kepada para kyai di sana.