Pemaparan Skripsi Seputar Kerusakan Pemimpin dalam Kacamata Budaya Ilmu ini Menuai Pujian

Oleh: Jilan Salma, (Santri At-Taqwa Depok, 18 tahun)
Artikel Ilmiah Liputan Kegiatan
gambar_artikel

Rafa Elzahira Asharyyang akrab dipanggil Hiraberhasil memaparkan skripsinya yang berjudul “Memahami Kerusakan Pemimpin di Era Pasca-Kebenaran Berdasarkan Kerangka Budaya Ilmu”, di hadapan Ustadz Dr. Kholili Hasib, M. Ud dan Ustadz Ahda Abid al-Ghiffari. Penulisan skripsi Hira dibimbing langsung oleh Ustadz Khayrurrijal, M.Phil.

Permasalahan terkait kuasa politik, kebijakan pemerintah, dan kepemimpinan menjadi topik yang sangat ramai diperbincangkan, terutama di beberapa tahun terakhir yang disebut sebagai era pasca-kebenaran (post truth). Pada masa ini — menurut Hira, kekuasaan dijadikan sebagai alat untuk menabrak keadilan, dan tidak lagi dilihat sebagai sebuah amanah yang amat besar. Inilah yang menjadi latar belakang penulisan skripsi Hira, yang kemudian disidang pada Rabu, 11 Juni 2025.

Santriwati berusia 18 tahun ini menjelaskan, bahwa kerusakan pemimpin disebabkan oleh kemunduran adab dan kekeliruan ilmu dalam pribadi seorang pemimpin. Hal itu menghasilkan dampak buruk di tengah masyarakat yang berakibat penyalah-gunaan kekuasaan. Menurutnya, hal tersebut selaras pemikiran Prof. Naquib al-Attas terkait lingkaran setan (viscious circle) yang menjadi akar masalah dari lahirnya pemimpin-pemimpin yang rusak.

Lingkaran setan ini terdiri dari tiga keadaan. Yakni corruption of knowledge, loss of adab dan false leader. Hira mengatakan bahwa dari tiga hal tersebut, kerusakan ilmu menjadi faktor utama yang harus lebih dulu dituntaskan. Maka dalam skripsinya, ia menjadikan kerangka budaya ilmu sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Mengutamakan penerapan ilmu sebagai nilai pokok adalah hal yang penting, dan itulah yang ditawarkan oleh kerangka budaya ilmu untuk terbentuknya individual atau pemimpin yang hormat-kritis, bukan yang menutup mulut sampai mencederai pihak yang tidak bersangkutan.“ ujarnya.

Setelah sesi presentasi selesai, dilanjut dengan sesi pertanyaan, saran dan kritik dari penguji yang dibuka oleh ucapan selamat dari ustadz Kholili untuk kedua kalinya. Beliau mengucapkan selamat kepada Hira karena telah menyelesaikan penelitian skripsi ini. Kontributif, faktual, dan terstruktur adalah tiga kata yang menggambarkan skripsi Hira menurut kedua penguji. Hal ini pun sudah tergambar bahkan dari abstraknya.

Ustadz Ahda pun turut memuji bahasa yang digunakan Hira dalam memaparkan presentasi maupun dalam penulisan. “Bahasanya sudah sangat bagus sekali, tidak terlihat seperti anak SMA pada umumnya.” ujarnya. Imbuhan terakhir dari kedua penguji adalah saran untuk Hira agar memperbaiki judul, menambah data, serta sumber semisal kitab turats. Sehingga kiranya kualitas skripsinya bertambah dan terlihat lebih menarik. Bahkan jika ingin dilanjutkan, skripsi ini bahkan bisa menjadi tesis, puji Ustadz Ahda.

Sebagai penutup, Ustadz Kholili menambahkan ucapan selamat karena telah berhasil menulis penelitian yang sangat serius, mendalam dan filosofis. “Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, dan lebih bagus jika bisa diterbitkan menjadi artikel atau jurnal agar bisa dibaca oleh banyak orang.” ujarnya dalam penutupan sesi terakhir tersebut.

AT-TAQWA DEPOK
Jl. Usman Hasbi, RT.04 RW 04 Jatimulya, Cilodong - Depok
info@attaqwa.id
(+62)856 0980 9086