Pesantren At-Taqwa Depok Gelar Wisata Pendidikan dan Pembukaan PSB
Oleh: Tim Humas At Taqwa Depok
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Pesantren At-Taqwa Depok menggelar “Wisata Pendidikan” sekaligus pembukaan pendaftaran santri baru (PSB) pada Sabtu (3/10/2026). Puluhan peserta hadir ingin mengenal At-Taqwa Depok lebih lanjut.
Acara ini dibuka dengan pemaparan tentang konsep adab yang menjadi dasar dari Pesantren At-Taqwa Depok. Dr. Adian Husaini menegaskan bahwa pendidikan ta`dib semakin mendesak di era sekarang.
Menurut beliau, pertanyaan hari ini bukan lagi “anak menguasai apa?“, melainkan “anak siap belajar apa saja?“. Zaman bergerak begitu cepat sehingga keahlian hari ini bisa usang esok hari, sementara anak yang mencintai ilmu akan selalu menemukan jalannya. Karena itu At-Taqwa berusaha menanamkan bekal penting, di antaranya literasi, cinta ilmu, dan kebermanfaatan.
Dr. Muhammad Ardiansyah, selaku Mudir Pesantren juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak bisa berjalan instan. Menurut beliau, dalam dua tahun anak-anak sedang belajar berproses, dan setelahnya barulah mereka menangkap dan berubah. Pesan ini terasa dekat dengan keresahan banyak orang tua yang ingin melihat hasil secepatnya. Pendidikan adalah penanaman nilai yang buahnya tidak selalu tampak di awal.
Buah itu mulai terlihat pada usia At-Taqwa yang kini 12 tahun. Alumninya tersebar di berbagai tempat. Mereka tidak hanya mengabdi di tengah masyarakat, tetapi juga menulis karya yang layak dikaji dan dinikmati. Para alumni tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beradab, dan berguna untuk masyarakat.
Acara ini dibuka dengan pemaparan tentang konsep adab yang menjadi dasar dari Pesantren At-Taqwa Depok. Dr. Adian Husaini menegaskan bahwa pendidikan ta`dib semakin mendesak di era sekarang.
Menurut beliau, pertanyaan hari ini bukan lagi “anak menguasai apa?“, melainkan “anak siap belajar apa saja?“. Zaman bergerak begitu cepat sehingga keahlian hari ini bisa usang esok hari, sementara anak yang mencintai ilmu akan selalu menemukan jalannya. Karena itu At-Taqwa berusaha menanamkan bekal penting, di antaranya literasi, cinta ilmu, dan kebermanfaatan.
Dr. Muhammad Ardiansyah, selaku Mudir Pesantren juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak bisa berjalan instan. Menurut beliau, dalam dua tahun anak-anak sedang belajar berproses, dan setelahnya barulah mereka menangkap dan berubah. Pesan ini terasa dekat dengan keresahan banyak orang tua yang ingin melihat hasil secepatnya. Pendidikan adalah penanaman nilai yang buahnya tidak selalu tampak di awal.
Buah itu mulai terlihat pada usia At-Taqwa yang kini 12 tahun. Alumninya tersebar di berbagai tempat. Mereka tidak hanya mengabdi di tengah masyarakat, tetapi juga menulis karya yang layak dikaji dan dinikmati. Para alumni tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beradab, dan berguna untuk masyarakat.