Di Tengah Arus Global, Apakah Lulusan At-Taqwa Depok Hanya Diarahkan Jadi Pemikir dan Guru?
Oleh: Bana Fatahillah, M.Ag (Direktur SMA Pesantren At-TAqwa Depok)
Artikel Ilmiah
Liputan Kegiatan
Sebuah pertanyaan tajam muncul dalam acara “Wisata Pendidikan” Pesantren At-Taqwa Depok pada Sabtu (3/10/2026) kemarin. Salah satu peserta bertanya kepada Dr. Adian Husaini: “dengan latar belakang dan bakat santri yang beragam, juga zaman yang sudah semakin berubah, apakah At-Taqwa tetap mengarahkan semua lulusannya menjadi guru, pemikir, dan cendekiawan?
Dr. Adian, selaku Ketua Majelis Pimpinan Pesantren At-Taqwa Depok menjawab dengan tenang. Jawaban itu terangkum dalam 3 poin berikut.
Pertama, menyelamatkan akidah dan akhlak. Menurut alumnus IPB itu, inilah tujuan pendidikan di At-Taqwa yang paling pokok.
“Ini bukan hal sederhana loh ya di zaman sekarang… dan inilah yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum berbicara anak mau ke mana.”
Kedua, lulusan diarahkan sesuai potensinya. Menurut Dr. Adian, alumni At-Taqwa Depok sudah tersebar di berbagai bidang. Ada yang berkembang di bidang keterampilan, ada yang menjadi guru silat, dan ada yang diarahkan terus meneliti dan mengkaji karena kecerdasannya.
“Sebab kalau Allah kasih seseorang kepintaran, maka kurikulumnya tidak bisa sama,” tegasnya. Proses ini dipantau langsung oleh para guru…Maka kuncinya adalah: dia jadi orang baik, jadi orang berguna!”
Apa pun wujud pengabdian alumni At-Taqwa Depok tetap kami apresiasi. Ada alumni kami yang dulu hanya menulis makalah 1 halaman, dan kini mengajar ngaji, kami apresiasi dan acungi jempol. Itu keren banget. Dia manfaat, dia berguna, dan dia baik. Lanjut Dr. Adian
Ketiga, realitas dunia kerja hari ini. Dr. Adian merujuk data Kemendikbud bahwa 80% sarjana bekerja di luar bidang studinya. Itu pun, bagi yang bekerja sesuai bidangnya, hanya sebagian ilmu yang terpakai dalam pekerjaan. Karena itu, yang disiapkan At-Taqwa adalah literasi.
“Anak itu seneng kalau sudah belajar, seneng ibadah, itu sudah bagus ke depannya,” tegas Dr. Adian
Ia menambahkan bahwa pertanyaan TERPENTING zaman ini bukan lagi “anak menguasai apa?”, melainkan LEBIH PENTING “anak siap belajar apa saja?”
Hal ini kian penting di era kecerdasan buatan (AI), dan inilah yang terus dibangun Pesantren At-Taqwa Depok. Maka di era seperti ini, pendidikan pesantren yang menekankan adab justru semakin relevan.
Dr. Adian, selaku Ketua Majelis Pimpinan Pesantren At-Taqwa Depok menjawab dengan tenang. Jawaban itu terangkum dalam 3 poin berikut.
Pertama, menyelamatkan akidah dan akhlak. Menurut alumnus IPB itu, inilah tujuan pendidikan di At-Taqwa yang paling pokok.
“Ini bukan hal sederhana loh ya di zaman sekarang… dan inilah yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum berbicara anak mau ke mana.”
Kedua, lulusan diarahkan sesuai potensinya. Menurut Dr. Adian, alumni At-Taqwa Depok sudah tersebar di berbagai bidang. Ada yang berkembang di bidang keterampilan, ada yang menjadi guru silat, dan ada yang diarahkan terus meneliti dan mengkaji karena kecerdasannya.
“Sebab kalau Allah kasih seseorang kepintaran, maka kurikulumnya tidak bisa sama,” tegasnya. Proses ini dipantau langsung oleh para guru…Maka kuncinya adalah: dia jadi orang baik, jadi orang berguna!”
Apa pun wujud pengabdian alumni At-Taqwa Depok tetap kami apresiasi. Ada alumni kami yang dulu hanya menulis makalah 1 halaman, dan kini mengajar ngaji, kami apresiasi dan acungi jempol. Itu keren banget. Dia manfaat, dia berguna, dan dia baik. Lanjut Dr. Adian
Ketiga, realitas dunia kerja hari ini. Dr. Adian merujuk data Kemendikbud bahwa 80% sarjana bekerja di luar bidang studinya. Itu pun, bagi yang bekerja sesuai bidangnya, hanya sebagian ilmu yang terpakai dalam pekerjaan. Karena itu, yang disiapkan At-Taqwa adalah literasi.
“Anak itu seneng kalau sudah belajar, seneng ibadah, itu sudah bagus ke depannya,” tegas Dr. Adian
Ia menambahkan bahwa pertanyaan TERPENTING zaman ini bukan lagi “anak menguasai apa?”, melainkan LEBIH PENTING “anak siap belajar apa saja?”
Hal ini kian penting di era kecerdasan buatan (AI), dan inilah yang terus dibangun Pesantren At-Taqwa Depok. Maka di era seperti ini, pendidikan pesantren yang menekankan adab justru semakin relevan.