Membela Islam Dengan Ilmu dan Adab
Penulis: Muhammad Ali Sina Albasyiri
Tahun Terbit: 2026
Jumlah Halaman: xxiv + 355 halaman
Berat: 0,5kg
ISBN: (masih dalam proses)
Buku Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, Muhammad Ali Sina Al-Basyiri ini hadir untuk mewarisi spirit perjuangan Natsir itu; melanjutkan pembelaan Natsir atas Islam dengan ilmu dan adab. Buku ini semakin relevan mengingat-merujuk Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas-masalah kekacauan ilmu (confusion of knowledge) sebab Peradaban Barat yang sekular-liberal, masih menghinggapi pikiran umat Islam; dan masalah hilang adab (loss of adab), masih terjadi di tengah-tengah umat Islam, khususnya para pemudanya. Keduanya tentu akan mencederai Islam bahkan merugikan umat manusia.
Sebagaimana Natsir, pembelaan Ali atas Islam, pakai ilmu dan adab. la merujuk banyak buku dan gurunya yang otoritas keilmuannya terbukti, yang ilmunya benar tidak confuse oleh Peradaban Barat. Ali tidak asbun (asal bunyi), asal ceplas-ceplos, tapi pakai data dan rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan. Di buku ini, Ali banyak mengkritik, tapi tidak menghina. la pakai argumentasi bukan emosi dengan misi menyampaikan kebenaran dan saling menasihati. Berkat buku ini, Islam mendapat pembelaan dari orang-orang yang membenci dan menuduhnya secara sembarangan.
Semoga buku ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas, bisa memotivasi anak-anak muda Muslim supaya lebih peduli dengan agamanya, supaya menjadikan agamanya sebagai prioritas utamanya.
-Fatih Madini
Sebagaimana Natsir, pembelaan Ali atas Islam, pakai ilmu dan adab. la merujuk banyak buku dan gurunya yang otoritas keilmuannya terbukti, yang ilmunya benar tidak confuse oleh Peradaban Barat. Ali tidak asbun (asal bunyi), asal ceplas-ceplos, tapi pakai data dan rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan. Di buku ini, Ali banyak mengkritik, tapi tidak menghina. la pakai argumentasi bukan emosi dengan misi menyampaikan kebenaran dan saling menasihati. Berkat buku ini, Islam mendapat pembelaan dari orang-orang yang membenci dan menuduhnya secara sembarangan.
Semoga buku ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas, bisa memotivasi anak-anak muda Muslim supaya lebih peduli dengan agamanya, supaya menjadikan agamanya sebagai prioritas utamanya.
-Fatih Madini