Bahasa Latin: Selangkah Lebih Jauh Mengenal Barat

Oleh: Zein Addien Mubarak, Mahasiswa At-Taqwa College Depok

Senin, 21 September 2020 pukul 10.15 pagi merupakan pertemuan pertama mahasiswa Attaqwa College Depok dan para peserta audit dalam mata kuliah Bahasa Latin bersama ustadz Syamsuddin Arif. Alasan diadakannya mata kuliah bahasa Latin ini disebutkan oleh ustadz Syam setidaknya dua alasan. Pertama, karena banyaknya keilmuan di Barat yang menggunakan bahasa Latin; Kedua, karena bahasa-bahasa yang digunakan di negara-negara Eropa seperti bahasa Spanyol, Perancis, Portugis, dan lain-lain berakar kepada bahasa lain. Dengan kata lain, belajar dan menguasai bahasa Latin akan mempermudah kita untuk memahami keilmuan-keilmuan di dunia Barat dan mampu menguasai secara garis besar bahasa-bahasa di Eropa. Para mahasiswa Attaqwa College menghadiri kelas tersebut secara langsung (offline), sedangkan para peserta audit menghadiri kelas tersebut secara online via Zoom.

Dalam materi mempelajari bahasa Latin ini, ustadz Syam merujuk kepada buku karya Frederic M. Wheelock berjudul “Latin: an Introduction Course Based on Ancient Authors”. Kami juga direkomendasikan oleh ustadz Syam untuk memiliki buku ini agar mempermudah kita belajar bahasa Latin. Dalam buku ini disebutkan untuk mempelajari bahasa Latin setidaknya ada tiga tingkatan: Elementary (tingkat dasar), intermediate (tingkat menengah), dan advance (tingkat lanjut). Pada pertemuan pertama ini tentu saja kami mulai dari tingkat dasar (elementary) terlebih dahulu. Tingkat dasar dalam mempelajari bahasa Latin ini mencakup perkenalan dasar-dasar tata bahasa Latin, termasuk aneka bentuk kata benda, kata kerja, kata sifat, kata depan, kata sambung, kata ganti, kata keterangan, juga kata kepemilikan. Metode belajar yang dilakukan oleh ustadz Syam pada tingkat dasar ini adalah dengan langsung latihan/praktik menerjemahkan dari bahasa Latin ke bahasa Inggris ataupun sebaliknya, setelah sebelumnya kami diberitahu terlebih dahulu beberapa kosakata-kosakata dalam bahasa Latin dan bagaimana kata kerja dalam bahasa latin itu berubah sesuai dengan subjeknya.

Jika dilihat-lihat, perubahan kata kerja dalam bahasa Latin ini mirip dengan perubahan kata kerja dalam bahasa Arab karena berubah berdasarkan subjeknya, bukan seperti bahasa Inggris atau Indonesia yang subjeknya disebutkan sebelum atau setelah kata kerja tersebut. Misalnya, dalam bahasa latin berpikir adalah cōgitáre. Jika subjek yang berpikir itu adalah 1st person singular (I), maka kata cōgitáre berubah menjadi cógitō yang artinya “saya berpikir”. Jika subjeknya diganti menjadi 2nd person singular (you), maka kata cōgitáre itu berubah juga menjadi cōgitás yang artinya “kamu berpikir”. Perubahan kata kerja dalam bahasa Latin ini juga kemudian dilanjutkan dalam bentuk 3rd person singular (He, She, It), dan 1st-3rd person plural (we, you (all), they). Masing-masing memiliki perubahan kata kerja yang berbeda-beda.

Setelah perubahan kata kerja, ustadz Syams juga mengajarkan mengenai imperative (kata perintah), dan accusative (objek) seperti bagaimana menyebutkan him, her, us, me, dan lainnya dalam bahasa Latin. Setelah ustadz Syam mengajarkan itu semua, kami para mahasiswa Attaqwa College karena hadir secara offline satu-persatu ditanya untuk menerjamahkan kata dari bahasa Inggris ke bahasa Latin berdasarkan dari apa yang telah ustadz Syam ajarkan. Karena ini adalah kali pertama kami belajar bahasa Latin, tentu saja kami kesulitan, terlebih lagi karena terkadang kalimat dalam bahasa Latin memiliki struktur dan urutan kata yang berbeda meskipun jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris struktur dan urutan katanya sama.

Sebelum kelas diakhiri, ustadz Syam memberikan kami tugas menerjemahkan dari bahasa Latin ke bahasa Inggris berdasarkan soal-soal dalam buku tersebut untuk melatih dan membiasakan kami dalam membaca, menulis, ataupun berbicara dalam bahasa latin. Kemudian kelas pun ditutup ketika waktu Zhuhur tiba.

 

Senin, 21 September 2020
16:55

Leave a Comment